Breaking News:

Tribun Bandar Lampung

Sempat Anjlok hingga 50 Persen, Bisnis Properti di Lampung Bangkit, Ada Kenaikan 20 Persen

Industri properti atau bisnis properti di Lampung perlahan mulai bangkit setelah hampir 4 bulan dihantam pandemi Covid-19.

Dokumentasi Siger Properti
Ilustrasi - Sempat Anjlok hingga 50 Persen, Bisnis Properti di Lampung Bangkit, Ada Kenaikan 20 Persen. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Industri properti atau bisnis properti di Lampung perlahan mulai bangkit setelah hampir 4 bulan dihantam pandemi Covid-19.

Meskipun belum seperti yang diharapkan, paling tidak asa pelaku industri tersebut masih ada di semester kedua tahun 2020 ini.

Trian Hermawan selaku Owner Siger Properti mengungkapkan, memasuki Juli 2020, sektor penjualan properti sudah mulai membaik.

"Sekarang di new normal untuk konsumen sudah mulai stabil ada peningkatan dibanding sebelum new normal," kata Trian kepada Tribunlampung.co.id, Sabtu (18/7/2020).

“Kalau kemarin turun 50 persen (saat pandemi) sekarang sudah mulai naik jadi 20 persenan. Kalau kita ambil angka 100 sudah menuju ke angka 80 persen," jelasnya.

Sejumlah faktor menjadi penggerak dimana sektor tersebut mulai bergeliat seperti sudah mulai longgarnya pembatasan aktivitas masyarakat.

Sandang Status Istri Menteri, Artis Loemongga Kini Menjelma Jadi Bos Properti

Lampung Masuk Kemarau Basah, Apa Maksudnya? Simak Penjelasan BMKG Natar

Wisuda Daring Pertama, Itera Kukuhkan 112 Wisudawan

Disnaker Lampung Berikan Tali Asih untuk Keluarga ABK Hasan Apriadi

"Saat ini peningkatan  karena orang-orang sudah mulai keluar rumah, sudah terbuka untuk survey ke lokasi, yang tadi di rumah akan pekerja sudah mulai bekerja jadi meningkatkan konsumen kita juga," ungkap Trian.

Sementara di sektor kredit mengingat stabilitas ekonomi yang belum kondusif sejumlah Bank memperketat segmen nasabah disektor properti sehingga berdampak pada tingkat konsumen.

"Kalau akad kredit sudah mulai jalan normal lagi tapi bank juga lebih selektif dibanding sebelumnya."

"Segmen nasabah bank mengecil mereka lebih pengen safety terhadap calon nasabahnya seperti pegawai tetap, PNS atau gajih payroll, tetapi untuk pegawai kontrak, wiraswasta  ada pembatasan," tutur Trian.

Halaman
123
Penulis: ahmad robi ulzikri
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved