Tribun Lampung Selatan
Tiongkok Jadi Investor Asing Tertinggi di Lampung Selatan
Sektor industri makanan masih menjadi pilihan untuk investasi penanaman modal asing (PMA) di Lampung Selatan pada triwulan I dan II
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: soni
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Sektor industri makanan masih menjadi pilihan untuk investasi penanaman modal asing (PMA) di Lampung Selatan pada triwulan I dan II tahun 2020 ini.
Menurut Kabid Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTST) Lampung Selatan, Pramudya Wardhana, selain industri makanan, berdasarkan data dari Badan
Kordinasi Penanaman Modal, sektor lain yang juga berinvestasi adalah sektor listrik, gas dan air, tanaman pangan dan perkebunan, perikanan, dan industri logam dasar.
• 24 Calon TKI se-Indonesia Diwawancarai Investor Taiwan di Lampung
"Untuk tertinggi Tiongkok. Kemudian Singapura dan negara kepulauan Seychelles. Juga ada British Virgin Island," ujar Pramudya Wardhana, mewakili Kepala Dinas PMPTST Martoni Sani, Senin (27/7).
Sementara untuk penanaman modal dalam negeri terbanyak ada di bidang konstruksi, industri makanan, listrik, gas, dan air.
"Untuk bidang konstruksi ini di antaranya perumahan," ujar Pramudya Wardhana.
Investasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) hingga triwulan kedua di Lampung Selatan masih positif, meski untuk jumlah investasi yang masuk mengalami penurunan jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
• Dampak Virus Corona, Investor Beralih Investasi Emas dan Yen
Pramudya Wardhana mengatakan, berdasarkan data dari Badan Kordinasi Penanaman Modal, jumlah PMA yang masuk di Lamsel mencapai 0.006 miliar US dolar.
Sementara pada tahun 2019 lalu, untuk periode yang sama nilai invetasi mencapai 0,017 miliar US dolar. "Masih positif, meski memang ada penurunan untuk nilai investasinya," kata Pramudya Wardhana
Tidak hanya pada PMA, untuk PMDN pun juga mengalami penurunan meski masih positif. Jumlah investasi PMDN untuk triwulan I mencapai 0,1 miliar US dolar.
Sementara pada tahun 2019 untuk periode yang sama mencapai 0,6 miliar US dolar.
Terdampak Covid-19
Kepala Dinas PMPTST Martoni Sani mengatakan, penurunan investasi yang masuk merupakan dampak dari pandemi Covid-19. Banyak pelaku usaha yang ingin berinvestasi menunda kegiatannya.
"Dampak dari pandemi covid-19 tidak hanya di kita, tetapi secara nasional juga turun," ujar dirinya.
Martoni mengatakan, dinas PMPTSP pun berencana untuk melakukan promosi potensi daerah pada kegiatan pameran investasi di Palembang pada kisaran September mendatang.
Langkah ini untuk bertujuan untuk menarik investor masuk, pasca mulai diterapkannya kebijakan new normal. Dimana kegiatan ekonomi mulai secara perlahan kembali bergerak.
"Ini akan kita masukan ke APBD perubahan. Kita rencana akan ikut pameran investasi di Palembang," kata Martoni. (ded)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kabid-perizinan-pmptst-lamsel-pramudya-wardhana.jpg)