Breaking News:

Tribun Lampung Selatan

Disnakkeswan Lampung Selatan Terjunkan 116 Petugas untuk Lakukan Pemeriksaan Post Mortem

Kepala Disnakkeswan Lampung Selatan, Arsyad Husein mengatakan, untuk pemeriksaan post mortem nantinya petugas akan memeriksa kondisi daging.

Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung Selatan, Arsyad Husein. Disnakkeswan Lampung Selatan Terjunkan 116 Petugas untuk Lakukan Pemeriksaan Post Mortem. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Lampung Selatan menyiapkan 116 orang petugas untuk melakukan pemeriksaan post mortem atau pemeriksaan pasca penyembelihan Hewan Kurban.

Petugas yang akan disebar di seluruh kecamatan tersebut, merupakan veteriner dan juga petugas puskeswan yang ada di Kecamatan.

Kepala Disnakkeswan Lampung Selatan, Arsyad Husein mengatakan, untuk pemeriksaan post mortem nantinya petugas akan memeriksa kondisi daging dan organ dalam Hewan Kurban.

Pemeriksaan ini, kata Arsyad, untuk memastikan tidak adanya penyakit yang bersifat zonosis (bisa menyebar dari hewan ke manusia) pada Hewan Kurban yang disembelih.

TONTON JUGA:

“Pemeriksaan ini untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penyakit pada hewan yang bersifat zonosis,” kata dia kepada Tribunlampung.co.id, Kamis (30/7/2020).

Arsyad mengatakan, untuk kurban tahun 2019 lalu, tidak ditemukan adanya Hewan Kurban yang terjangkit penyakit bersifat zonosis.

Namun, ditemukan untuk hewan yang memiliki penyakit cacing hati.

Disnakkeswan Minta Petugas Pemotongan Hewan Kurban Ikuti Protokol Kesehatan

Dishub Bandar Lampung Siagakan 31 Personel, Bantu Polisi Amankan Malam Idul Adha 2020

 Tarif Kencan Vernita Syabilla Rp 30 Juta, Ada Bukti Chat dan Uang di Hotel Bintang Bandar Lampung

 2 Muncikari Jadi Tersangka Prostitusi Online, Artis Vernita Syabilla Hanya Saksi

“Untuk cacing hati tidak bersifat zonosis."

"Kita hanya menyarankan untuk bagian yang terinfeksi cacing untuk dibuang. Tidak dijadikan bagian dari kurban,” ujar dirinya.

Dirinya memastikan, untuk petugas keswan yang nantinya akan melakukan pemeriksaan post mortem akan tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan standar yang berlaku.

Sebelumnya, Arsyad mengatakan, Disnakkeswan juga sudah melakukan rapid test bagi juru potong kurban di setiap kecamatan.

Langkah ini untuk mencegah kemungkinan adanya penularan Covid-19 yang bisa menjadi klaster baru.

“Untuk protokol kesehatan tetap kita utamakan. Petugas keswan nantinya tetap menggunakan masker, facecial dan handsanitizer,” kata dia. (Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved