Otomotif
Berniat Ganti Pelek Mobil? Simak Fungsi Adaptor dan Spacer pada Kaki Mobil
Anda berniat mengganti pelek mobil ? Yuk simak, fungsi adaptor dan spacer pada kaki mobil.
Penulis: Tama Yudha Wiguna | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Anda berniat mengganti pelek mobil?
Yuk simak, fungsi adaptor dan spacer pada kaki mobil.
Seperti diketahui, pelek mobil merupakan salah satu komponen penting yang dapat mengubah penampilan dari sebuah kendaraan.
Pasalnya pergantian pelek, mampu memberikan dan menambah kesan sporty dan elegan pada mobil.
Pilihan pelek aftermarket memang banyak di pasaran.
Modelnya yang menarik, bisa meningkatkan tampilan mobil.
Namun ada saja kendala seperti jumlah baut, diameter pitch circle diameter (PCD) dan offset yang berbeda dengan bawaan standar.
Tentunya, jika jumlah baut dan diameter PCD yang berbeda, maka pelek tidak bisa dipasang ke mobil.
Begitu juga kalau sudah pas namun offset-nya berbeda, walaupun bisa terpasang, posisi roda malah jadi lebih ke dalam fender.
Untuk mengakali masalah di atas, bisa dengan membeli atau membuat adaptor dan spacer.
Tire & Rim Consultant dan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Bambang Widjanarko akan menjelaskan fungsi adaptor dan spacer.
“ Adaptor digunakan ketika ingin mengganti pelek dengan jumlah baut dan PCD yang berbeda dari standarnya. Misal mobil aslinya pakai empat baut roda, tetapi ingin pelek dengan lima lubang baut, bisa pakai adaptor,” kata Bambang dilansir dari Kompas.com, belum lama ini.
Sedangkan spacer, memiliki fungsi sebagai pengganjal untuk menambah ketebalan offset pelek.
Bambang menjelaskan, pelek dengan offset terlalu positif, pada mobil tertentu, roda akan bergesekan bagian kaki-kaki seperti tie rod ketika berbelok.
“Selain itu, mobil tidak bisa berbelok dengan leluasa, radius putarnya menjadi terbatas. Oleh karena itu, bisa diakali dengan memakai spacer,” ucap Bambang.
Pemilik toko ban dan pelek, Permaisuri Ban, Wibowo Santosa mengatakan, memasang spacer pada pelek aman untuk dilakukan, selama proses pembuatan spacernya baik dan bagus.
“Ukuran maksimal spacer yang digunakan yaitu 2 cm. Kemudian selama baut dan mur masih memadai puntirnya, aman untuk digunakan,” kata Wobowo dikutip dari Kompas.com.
Bahan spacer biasa dibuat dari aluminium atau besi dan ketebalannya pun beragam, mulai dari 3 mm sampai 10 mm.
Namun perlu diingat, tidak disarankan untuk menggunakan spacer secara menumpuk.
5 Merek Mobil Berkualitas Baik Tapi Kurang Laku di Indonesia
Ngomong-ngomong soal mobil yang laris di Indonesia, tentu perhatian kita akan tertuju ke Avanza, Xenia, Agya, Mobilio, innova, dan masih banyak lagi.
Brand dan kualitas mereka memang baik dan harga pun terjangkau untuk masyarakat Indonesia yang ingin memiliki mobil.
Mobil-mobil laris tersebut biasanya berasal dari brand besar yang sudah sangat terkenal di Indonesia.
Selain itu brand tersebut sudah memiliki jaringan yang kuat dan juga pengalaman dalam industri mobil di indonesia.
Sebenarnya di Indonesia banyak bermunculan mobil-mobil dengan kualitas yang sangat bagus.
Bahkan dari segi fitur dan spesifikasi, mobil-mobil ini lebih unggul dari mobil yang terlaris.
Walaupun kualitas bagus, tapi tidak dibarengi dengan kesuksesan dari sisi penjualan.
Apa saja mobil-mobil itu?
1. All new Kia Carens
Pabrikan asal Korea, yaitu KIA, meluncurkan varian terbaru dari kia Carens pada tahun 2013.
Nah varian terbaru tersebut sudah masuk ke Indonesia.
Yang saya inget harga satu unit berkisar Rp 260 juta.
Untuk kelas MPV, mobil ini memiliki kabin dan juga bagasi penyimpanan yang cukup luas.
Desain kabin dan juga dashboardnya sangat futuristik.
Fitur-fitur yang terdapat di kabin juga lengkap.
Bahkan mobil ini sudah dilengkapi dengan paddle shift.
Sangat disayangkan, mobil ini bisa dikatakan gagal dalam sisi penjualan.
Kini penjualan all new kia carens sudah ditiadakan di pasar Indonesia.
2. Chevrolet Spin
Dikelas MPV , sebenarnya Chevrolet Spin sempat digadang-gadang akan bersaing.
Mobil ini sudah dilengkapi dengan spesifikasi yang cukup lengkap dibandingkan dengan kompetitor-kompetitornya.
Bahkan Spin dengan cc 1500 sudah bermesin diesel dan dilengkapi dengan turbo.
Mobil ini dikenal cukup irit, dan juga nyaman.
Mobil ini cukup nyaman, kabin juga cukup luas.
Mesin juga bandel, dari segi harga mobil ini sangat kompetitif.
Bahkan bisa dibilang lebih murah dibandingkan para kompetitor.
Namun sayang penjualan Chevrolet Spin kini semakin anjlok.
Kabarnya mobil ini sudah tidak dijual di showroom.
3. Isuzu MU-X
Saya adalah satu orang yang tidak meragukan kualitas dari mobil-mobil Isuzu, tidak terkecuali mobil yang satu ini.
MU-X sebenarnya mobil yang cukup kompetitif di kelasnya.
Mobil ini memiliki fitur fitur dan spesifikasi yang futuristik dan cukup memanjakan penggunanya.
Kabin mobil ini juga cukup luas, dan cukup nyaman walaupun diisi sampai 7 orang atau 8 orang.
Namun sayangnya, MU-X kalah bersaing dengan kompetitor-kompetitor di kelasnya.
Sebut saja all new Pajero sport ataupun Toyota Fortuner.
Penjualan dari mobil ini juga merosot tajam.
4. Suzuki Celerio
Temen-temen mungkin ada yang belum tahu mobil ini. Suzuki sudah merilis mobil ini pada tahun 2016 di Indonesia.
Tapi boleh dibilang, penjualan mobil ini gagal total.
Bahkan iklan mobil ini cuma beberapa saat.
Mungkin di jalan-jalan mobil ini sangat jarang terlihat.
Sebenarnya mobil ini bisa dibilang gak jelek-jelek amat.
Mobil ini termasuk sejenis mobil city car.
Untuk kelasnya Celerio dilengkapi dengan kabin yang cukup luas.
Fitur-fitur yang dimiliki mobil ini juga cukup lengkap dan bisa bersaing dengan kompetitornya.
5. Toyota Na-v1
Ternyata brand sebesar Toyota, mobil keluarannya ada yang kurang laku.
Ia, mobil tersebut adalah Toyota Na-v1.
Mobil juga adalah keluaran terbaru dari varian sebelumya Toyota Noah.
Dikelas nya mobil ini cukup baik.
Dari segi interior, Toyota Nav1 cukup nyaman, dan dari segi eksterior, mobil ini cukup terlihat gagah dan juga elegan.
Namun sayangnya, pihak Toyota telah menghentikan produksi mobil ini.
Hal tersebut dikarenakan pihak produsen yang sudah tidak serius dalam pemasaran mobil ini.
Lalu apa penyebab Mobil-Mobil ini Kurang Laku di Pasaran
Pertanyaan bagi kita semua, kenapa mobil-mobil tersebut bisa tidak laku.
Apalagi kalau dilihat dari segi spesifikasi dan kualitas, mobil-mobil tersebut gak jelek.
Saya akan coba membahas beberapa faktor yang membuat mobil-mobil tersebut kurang laku.
Berikut pembahasannya
1. Harga
Yah, masyarakat Indonesia tentu akan mempertimbangkan masalah harga.
Memang kualitas boleh kalah tapi kalau harga lebih murah, kenapa nggak?
2. Brand
Memang faktor yang satu ini sangat mempengaruhi minat konsumen untuk membeli.
Karena sejauh ini, konsumen Indonesia lebih mempercayai brand besar dan sudah berpengalaman di industri mobil Indonesia.
3. Maintanance dan sper parts
Faktor ini cukup penting, karena hal ini sangat penting bagi kelangsungan “hidup” kendaraan.
Untuk brand brand terkenal, konsumen tidak akan menemui kesulitan apabila berhadapan dengan masalah yang satu ini.
Tidak seperti brand yang lain, konsumen mengeluhkan terkadang harus menunggu 1-3 bulan untuk mendapatkan spare parts yang baru.
4. Strategi marketing
Salah satu faktor kesuksesan suatu produk, ditentukan juga dari segi marketing nya.
5. Masalah perusahaan
Faktor ini masih cukup universal, tapi saya akan kerucutkan, misalnya masalah penutupan pabrik.
Hal ini juga akan mempengaruhi produksi mobil dan juga penjualannya. Kalau pabrik ditutup, mau gak mau mobil tersebut harus diimpor.
6. Pengadaan unit.
Nah yang terakhir adalah masalah pengadaan unit.
Kalau faktor yang satu ini lebih karena ketidaksiapan produsen dalam menghadapi lonjakan permintaan.
Faktor ini jangan dianggap remeh, karena akan berakibat cukup fatal.
Bisa saja konsumen menjadi kecewa dan beralih ke produk lain.
Jadi itu teman-teman beberapa mobil yang kurang laku, padahal memiliki kualitas yang baik.
Kalau menurut saya mobil-mobil tersebut sebenarnya bisa laku, kalau saja produsen lebih niat lagi dalam pengadaan kendaraan dan kelengkapan nya ataupun dari segi marketing.
Demikian fungsi adaptor dan spacer pada kaki mobil. (tribunlampung.co.id/tama yudha wiguna)