Kebakaran di Bandar Lampung
Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Rumah Semi Permanen di Kelurahan Pelita Enggal
Tidak ada korban jiwa dari kebakaran yang terjadi di rumah, Jalan Jenderal Suprapto, Gang Bintara II (Sumur Pucung) Kelurahan Pelita.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tidak ada korban jiwa dari kebakaran yang terjadi di rumah, Jalan Jenderal Suprapto, Gang Bintara II (Sumur Pucung) Kelurahan Pelita, Enggal, sekitar pukul 03.00 WIB, Senin (3/8/2020).
Namun isi rumah ludes terbakar hanya menyisakan tembok-tembok atau dinding rumahnya saja.
Camat Enggal Samsu Rijal mengatakan, yang nampak terbakar seperti properti rumah tangga (meja, kursi), kasur, lemari, dan lainnya.
"Kalau isinya habis sampai ke atas, pelafon, atapnya juga terbakar. Namun masih ada bentuk rumahnya," jelas Samsu.
Ukuran rumah sendiri memang tidak terlalu besar.
TONTON JUGA:
"Kecil rumahnya. Isinya kasur-kasur, kursi, meja, pakaian, kebakar. Kalau kulkas nggak tau ada tidaknya," imbuh dia.
• BREAKING NEWS Rumah Semi Permanen di Enggal Dilalap Api, Diduga Dibakar Anak Pemilik Rumah
• UPDATE Corona di Lampung, Ada 26 Kasus Positif Baru
• BREAKING NEWS Warga Lampura Digelandang Polisi Diduga Lakukan Pembakaran Bendera
• BREAKING NEWS Dongkel Pintu Rumah Korban, Pemuda di Seputih Agung Nekat Curi Motor
Samsu mengungkapkan, anak pemilik rumah yang diduga telah membakar rumah orangtuanya ini kini sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung di Jalan Raya Kurungan Nyawa, Pesawaran.
"Sekarang sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Kurungan Nyawa itu untuk diperiksa gangguan (kejiwaannya)," beber Samsu kepada Tribunlampung.co.id, Senin (3/8/2020).
Di lokasi kejadian sendiri sudah dipasangi garis polisi atau police line. Nampak harta benda ludes terbakar dan atap rumah juga turut terbakar.
"Ini lokasinya ada di RT 04, rumahnya sudah dipasang garis polisi karena dari kepolisian juga sudah turun termasuk BPBD," terangnya.
Rumah yang terbakar sendiri merupakan dua rumah namun dempet dan masih satu tembok.
"Dua rumah itu satu KK, rumahnya dempet dipisahkan tembok saja," imbuhnya.
Dibawa ke RSJ Kurungan Nyawa
Camat Enggal Samsu Rijal mengungkapkan, anak pemilik rumah yang diduga telah membakar rumah orangtuanya ini kini sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung di Jalan Raya Kurungan Nyawa, Pesawaran.
"Sekarang sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Kurungan Nyawa itu untuk diperiksa gangguan (kejiwaannya)," beber Samsu kepada Tribunlampung.co.id, Senin (3/8/2020).
Di lokasi kejadian sendiri sudah dipasangi garis polisi atau police line.
Nampak harta benda ludes terbakar dan atap rumah juga turut terbakar.
"Ini lokasinya ada di RT 04, rumahnya sudah dipasang garis polisi karena dari kepolisian juga sudah turun termasuk BPBD," terangnya.
Rumah yang terbakar sendiri merupakan dua rumah namun dempet dan masih satu tembok.
"Dua rumah itu satu KK, rumahnya dempet dipisahkan tembok saja," imbuhnya.
Rumah Semi Permanen Dilalap Api
Sebuah rumah semi permanen di Jalan Jenderal Suprapto, Gang Bintara II (Sumur Pucung) Kelurahan Pelita, Enggal, dilalap si jago merah Senin 3 Agustus 2020 dini hari sekitar pukul 03.00 WIB
Camat Enggal Samsu Rijal mengatakan, penyebab kebakaran diduga dilakukan anak pemilik rumah yang mengalami gangguan mental.
"Indikasinya anaknya yang bakar karena anak ini termasuk ada gangguan jiwa," ungkap Samsu saat dikonfirmasi Tribunlampung.co.id, Senin (3/8/2020)
Berdasarkan informasi yang dia dapatkan, anak pemilik rumah yang berstatus bujangan itu sebelumnya juga sempat akan melakukan tindakan membakar rumah namun selalu ketahuan.
"Ini upaya ke tiga kalinya dia mau bakar rumah. Dua kali sebelumnya ketahuan, yang ini tidak ketahuan," imbuhnya.
1 Rumah Hangus Terbakar di Bumi Waras, Bandar Lampung
Kasus lain, Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Bandar Lampung, Selasa (28/7/2020) malam.
Satu rumah permanen di kawasan Bumi Waras, Bandar Lampung, hangus dilalap si jago merah.
Rumah yang berada di Jalan Slamet Riyadi RT 02 LK 01, Kelurahan Bumi Raya, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, terbakar sekira pukul 18.35 WIB.
"Habis maghrib kejadiannya," ujar salah seorang warga setempat, Aris (40), Selasa (28/7/2020) malam.
Pantauan Tribunlampung.co.id di lokasi kejadian, api yang membakar satu rumah tersebut telah padam.
Kisah Pilu Korban
Kebakaran tiga unit rumah permanen di Jalan Tamin Kelurahan Sukajawa, Rabu (22/7/2020) menyisakan trauma bagi masing-masing keluarga.
Akibat kebakaran itu, atap dan dinding kediaman yang dihuni selama puluhan tahun itu pun hangus dilalap si jago merah.
Kini masing-masing keluarga masih menunggu kejelasan nasib untuk berteduh dari panas dan hujan.
Tidak hanya dinding dan atap, setiap harta benda yang ada di dalam rumah-rumah itu juga habis terbakar.
Setelah api berhasil dipadamkan kemarin malam sekitar pukul 21.30 WIB malam tadi, petugas kepolisian langsung memasang police line mengitari tiga rumah tersebut.
Kemudian, berdasarkan pantauan Tribunlampung.co.id Kamis (23/7/2020) pagi, pemilik rumah tetap memaksa masuk untuk mengais harta yang masih bisa diselamatkan.
Untuk informasi, ketiga rumah itu adalah milik Samuji, Ngataji dan Lisma.
Begitu mengetahui tak ada benda yang tersisa, tangis keluarga mereka pecah.

Sambil tersedu, ketiga kepala keluarga itu mencoba menegarkan setiap dari anggota keluarganya.
"Tidak ada lagi yang bisa diupayakan, hanya bisa pasrah dan berserah untuk sekarang," ujar Lisma.
Pria yang tinggal bersama istrinya itu mengaku dia bersama kedua tetangganya itu tidak sempat menyelamatkan setiap harta yang dimiliki.
Hal itu karena api menyebar dengan begitu cepatnya.
"Bisa menyelamatkan diri sendiri dan keluarga saja sudah syukur. Api itu mendadak menyebar dengan rambatan api berasal dari atap," jelasnya.
"Hanya hitungan menit semua (barang) sudah terbakar," sambungnya.
Untuk sementara, dirinya dan dua tetangganya menginap di rumah kerabatnya masing-masing.
"Untungnya di dekat sini, ada kerabat yang juga tinggal," kata dia.
Sementara Ngataji mengatakan tidak tega saat melihat putrinya menangis.
"Putri saya masih kecil, usia anak TK. Saya melihatnya menangis tidak tega," ucapnya.
Menurutnya, keselamatan putrinya saat itu lebih diprioritaskan ketimbang harta yang terbakar.
"Gimana ga tega, usianya masih kecil. Kala kebakaran terjadi, saya lebih prioritaskan keselamatan anak saya ketimbang harta yang ada," kata dia.
Menurut BPBD Bandar Lampung, kerugian dari terbakarnya ketiga rumah itu setidaknya senilai Rp 550 juta.
"Pertama rumah Bapak Samuji perkiraan kerugian senilai Rp 150 juta. Lalu untuk rumah Bapak Ngataji dan Bapak Lisma diperkirakan memiliki kerugian sebesar yang sama yakni Rp 200 juta," ujar Sekretaris BPBD Bandar Lampung M Rizki.
Diduga akibat Korsleting
Kebakaran tiga rumah di Jalan Tamin, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Rabu (22/7/2020) malam, diduga akibat korsleting listrik.
"Karena korslet listrik rumahnya Bapak Samuji," ujar Lisma, warga yang rumahnya ikut terbakar, Kamis (23/7/2020).
Namun, kata dia, belum diketahui sumber korsleting.
"Api tiba-tiba besar. Jadi tidak tahu apa sumbernya," jelasnya.
"Kami belum dapat penjelasan dari pihak kepolisian," sambungnya.
Ia mengatakan, api dipadamkan sekitar pukul 21.30 WIB.
"Habis tiga rumah. Karena tiga rumah kami satu atap dan dalam jaringan plafon yang sama. Jadinya api merambat," tambahnya.
Dari pantauan Tribunlampung.co.id, Kamis (23/7/2020), rumah korban kebakaran telah terpasang garis polisi.

Kerahkan 8 Damkar
Kebakaran hebat terjadi di Jalan Tamin, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Rabu (22/7/2020) malam.
Sedikitnya tiga unit rumah hangus dilalap si jago merah.
Berdasarkan keterangan Sekretaris BPBD Bandar Lampung M Rizki, kebakaran terjadi sekitar pukul 20.40 WIB.
"(Api) Melalap tiga rumah, yakni milik Bapak Samuji, Bapak Ngataji, dan Bapak Lisma," ujar Rizki.
Rizki mengatakan, BPBD Bandar Lampung mengerahkan delapan armada pemadam kebakaran dan 36 personel untuk menjinakkan api.
"Ada Unit Banteng 010 dan 011 Mako Tendean, 2 unit suplai Mako Tendean, 1 unit suplai Dinas Sosial, 1 unit suplai Telukbetung Utara, 1 unit Karba Kecamatan Tanjungkarang Timur, dan 1 Karba Kemiling," sebutnya.
Kerugian Rp 550 Juta
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.
Namun, kerugian akibat kebakaran itu ditaksir mencapai Rp 550 juta.
"Pertama rumah Bapak Samuji diperkirakan kerugian senilai Rp 150 juta," ujarnya.
Sedangkan Ngataji dan Lisma diperkirakan mengalami kerugian sama, yakni sekitar Rp 200 juta.
Ketiga rumah tersebut dihuni oleh sembilan jiwa.
"Rumah pertama 3 jiwa, rumah kedua 4 jiwa, dan rumah selanjutnya 2 jiwa," jelasnya.
Namun, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
"Penyebab kebakaran sejauh ini masih dalam tahap lidik pol (penyelidikan polisi)," ujar Rizki.
Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Bandar Lampung, Selasa (28/7/2020) malam.
Satu rumah permanen di kawasan Bumi Waras, Bandar Lampung, hangus dilalap si jago merah.
Rumah yang berada di Jalan Slamet Riyadi RT 02 LK 01, Kelurahan Bumi Raya, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, terbakar sekira pukul 18.35 WIB.(Tribunlampung.co.id/Sulis Setia M/V Soma Ferrer)