Berita Nasional
ILC TV One Selasa Malam Bahas Wabah Corona Makin Mencekam
ILC TV One Selasa 11 Agustus 2020 bakal membahas tema Wabah Corona Makin Mencekam: Akan Menyerahkah Kita?
Penulis: taryono | Editor: taryono
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - ILC TV One Selasa 11 Agustus 2020 bakal membahas tema Wabah Corona Makin Mencekam: Akan Menyerahkah Kita?
Demikian diumumkan akun resmi hots ILC TV One Karni Ilyas dan akun resmi ILC Selasa 11 Agutus 2020.
Acara ILC TV One yang akan berlangsung mulai pukul 20 WIB ini, bakal menghadirkan sejumlah narasumber.
Di antaranya, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Haris Azhar, hingga Hadi Pranoto.
Update Pasien Corona
Berdasarkan data pemerintah hingga Selasa ini pukul 12.00 WIB, total ada 128.776 kasus Covid-19, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.
• Menag Fachrul Minta Madrasah Buka KBM Tatap Muka dengan Mentaati 4 Aturan Ini
• Artis Maia Estianty Lontarkan Kata-kata Pedas ke Tata Janeeta, Sampai Sebut Percuma
• Artis Maia Estianty Lontarkan Kata-kata Pedas ke Tata Janeeta, Sampai Sebut Percuma
• Kesan Ibunda Rizky Billar Setelah Bertemu Lesty Kejora
TONTON JUGA:
Jumlah ini karena ada penambahan 1.693 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
Informasi ini disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui situs Covid-19 yang diperbarui pada Selasa sore.
Sebanyak 1.693 kasus baru itu didapatkan dari pemeriksaan 25.791 spesimen dari 13.513 orang yang diambil sampelnya.
Total, pemerintah sudah melakukan pemeriksaan 1.757.425 spesimen dari 998.406 orang yang diambil sampelnya.
Artinya, satu orang bisa menjalani pemeriksaan spesimen lebih dari satu kali.
Data pasien sembuh dan meninggal Data pemerintah tidak hanya memperlihatkan bertambahnya jumlah kasus Covid-19, tetapi juga meningkatnya jumlah pasien Covid-19 yang sembuh.
Diketahui ada penambahan 1.474 pasien Covid-19 yang sembuh dalam sehari.
Mereka dinyatakan sembuh setelah dua kali pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) memperlihatkan hasil negatif virus corona.
Dengan begitu, total ada 83.710 pasien Covid-19 yang dianggap sudah sembuh dan tidak lagi terinfeksi virus corona.
Akan tetapi, pemerintah juga masih menyampaikan kabar duka dengan adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia.
Dalam periode 10-11 Agustus 2020, diketahui ada 59 pasien Covid-19 yang tutup usia.
Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Indonesia saat pandemi ada 5.824 orang.
Perubahan jumlah pasien sembuh dan meninggal ini menyebabkan kini ada orang yang masih menjalani perawatan.
Minus hingga 5,32 Persen
Badan Pusat Statistik ( BPS) melaporkan, produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal II-2020 minus hingga 5,32 persen.
Secara kuartalan, ekonomi terkontraksi 4,19 persen dan secara kumulatif terkontraksi 1,26 persen.
Kontraksi ini lebih dalam dari konsensus pasar maupun ekspektasi pemerintah dan Bank Indonesia di kisaran 4,3 persen hingga 4,8 persen.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, ekonomi Indonesia berdasarkan PDB triwulan II atas dasar harga berlaku Rp 3.687,7 triliun.
Sementara itu, berdasarkan harga dasar konstan dengan tahun dasar 2010 adalah Rp 2.589,6 triliun.
"Dengan berbagai catatan peristiwa pada triwulan II-2020, ekonomi Indonesia kalau PDB atas dasar harga konstan kita bandingkan pada kuartal II-2019, maka ekonomi kontraksi 5,32 persen," kata Suhariyanto dalam konferensi video, Rabu (5/8/2020).
Menurut pengeluaran secara tahunan (year on year/yoy), semua komponen mengalami kontraksi dengan konsumsi rumah tangga mencatatkan penurunan paling dalam.
Vaksin corona
Vaksin corona buatan Sinovac, perusahaan asal China akan mulai disuntikkan ke para relawan pada Selasa (11/8/2020).
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan, uji kilinis ini akan melibatkan 1.620 relawan yang telah mendaftarkan diri sebelumnya.
Bahkan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah mendaftarkan secara resmi menjadi relawan pengetesan vaksin corona.
Erick Thohir menyebut, penyuntikan perdana tersebut akan disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kepala BNPB Doni Monardo di Bandung, Jawa Barat.
“Saya dan Pak Doni bersama Pak Presiden menyaksikan (penyuntikan) vaksin perdana di Bandung,” ujar Erick, Senin (10/8/2020), dikutip dari Kompas.com.
Erick mengatakan, pengujian vaksin corona ini merupakan percepatan yang seharusnya dilakukan pada September 2020.
Artinya uji coba dilakukan tiga pekan lebih awal dari jadwal sebelumnya.
“Ini sudah lebih cepat, yang tadinya September kita bisa majukan tiga minggu. Ini perjuangan (dari) profesor dan para dokter, tentu Bio Farma juga,” kata Erick Thohir.
Ia menjelaskan, uji klinis tahap III ini dilakukan untuk memastikan agar tidak menimbulkan efek negatif.
Sehingga keberhasilan yang diharapkan dari uji klinis ini akan menjadi acuan bagi pemerintah sebelum melakukan distribusi massal pada masyarakat.
“Ini penting, karena vaksin ini menentukan 1.620 (relawan) yang nantinya dicoba selama enam bulan tidak ada apa-apa. Presiden akan menyaksikan langsung besok,” terangnya.
Sementara, Ridwan Kamil menyatakan siap untuk menjadi relawan uji coba vaksin corona.
Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Emil ini menyatakan, dirinya tengah menunggu keputusan tentang lolos atau tidaknya kondisi fisiknya untuk menjadi relawan.
"Saya sudah mendaftar, didaftarkan oleh tim kesehatan saya secara online. Jadi kuitansi online-nya sudah ada, nanti saya posting juga bahwa mendaftarnya sudah."
"Tapi diterimanya masih belum karena menunggu pengumuman dari sisi kesehatan dan lain-lain bahwa saya laik dan siap jadi relawan, tapi kalau dari sisi mendaftar sudah," ujar Emil, dikutip dari Kompas.com.
Ia akan melaksanakan segala prosesnya sesuai prosedur medis jika pengajuannya diterima.
"Kalaupun tidak, saya permaklumkan mungkin ada faktor-faktor kesehatan yang harus diperhatikan," ucap Ridwan Kamil.
Menurutnya, hal itu dilakukan untuk menghilangkan keraguan masyarakat terhadap kinerja pemerintah yang tengah berusaha mencari vaksin corona.
"Kalau pemimpinnya ikut, rakyat juga yakin bahwa semuanya berproses secara ilmiah."
"Jadi tidak ada istilah rakyat dikorbankan, pemimpinnya saja enggak yakin masa rakyatnya harus ikutan. Enggak, semuanya juga ikutan, gubernurnya juga ikutan dalam proses ini," tuturnya.
Emil pun menegaskan dirinya akan terbuka mengenai hasil uji vaksin tersebut.
Jika berhasil, maka Emil akan langsung menyampaikannya kepada masyarakat.
Begitupun jika vaksin gagal, maka dirinya akan tetap memberi kabar kepada warganya.
"Kalau berhasil, saya sampaikan berhasil untuk diproduksi. Kalau enggak berhasil, saya sampaikan kurang berhasil, tapi kita terus kita ikhtiar," jelas Emil.
"Masyarakat percaya pada institusi yang kredibel, yaitu gugus tugas Covid-19 di mana saya ketuanya juga."
"Jangan terlalu terbawa dalam diskusi narasi yang kurang produktif. Yakini bahwa pemerintah memberikan yang terbaik kepada masyarakat melalui proses yang kita tunggu, yaitu hadirnya vaksin ini," tandasnya. ( Tribunlampung.co.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilc-tv-one-selasa-malam-bahas-wabah-corona-makin-mencekam.jpg)