Tribun Lampung Selatan
Tujuh Bulan Diskes Lamsel Jaring 118 Kasus Baru HIV/AIDS
Selama Januari hingga Juli ditemukan sebanyak 118 kasus baru HIV di Lampung Selatan.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: soni
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Selama Januari hingga Juli ditemukan sebanyak 118 kasus baru HIV di Lampung Selatan.
Mewakili Kepala Dinas Kesehatan Jimmy B. Hutapea, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, B Didik Setiawan mengatakan, penjaringan kasus baru untuk HIV tetap terus berjalan meski ditengah pandemi Covid-19.
• 3 Pemandu Lagu Diduga Idap AIDS di Madiun, Tempat Karaoke Ilegal Ditutup di Pringsewu
Untuk di Lampung Selatan, kata dia, ada lima fasilitas kesehatan yang bisa melayani pemeriksaan dan pengobatan untuk HIV/AIDS.
Tempat tersebut tersebar di RSUD Bob Bazar, RS Natar Medika, PKM Tanjung Bintang, PKM Katibung dan PKM Karang Anyar.
Fakses ini memiliki voluntary counseling and testing (VCT) dan care support treatment (CST) untuk pengobatan dan pemeriksaan.
"Kasus tersebut berasal dari lima tempat pelayanan tersebut. Tetapi untuk asal pasiennya dari seluruh kecamatan di Lampung Selatan," ujarnya kepada Tribunlampung, Selasa (18/8).
• Sepanjang 2019 Ada 200 Kasus HIV/AIDS di Bandar Lampung
Menurut Didik, untuk PKM lainnya hanya bisa melakukan secreening awal. Untuk pasien yang suspect HIV akan dirujuk ke 5 faskes yang bisa melayani pemeriksaan dan pengobatan.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, dinas kesehatan terus melakukan pendeteksian. terutama kepada populasi atau komunitas yang memiliki kerawanan akan HIV dan ibu hamil.
"Penjaringan untuk kasus HIV ini, tetap kita lakukan hingga akhir tahun nanti," ujar Didik. Dirinya menambahkan, untuk tahun 2019 lalu. Jumlah kasus HIV/AIDS yang terjaring untuk di Kabupaten Lampung Selatan mencapai sebanyak 215 kasus.
Anggota Komisi D DPRD Lamsel Andi Apriyanto mengapresiasi upaya diskes yang tetap fokus dalam penjaringan kasus penularan HIV/AIDS.
Hasil temuan kasus baru sejak Januari hingga Juli tersebut memperlihatkan program di diskes tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19. "Kalau tetap ada temuan, berarti program dapat dilaksanakan dengan baik," kata dia lewat WhatsApp, Selasa (18/8) sore.
Politisi PKS ini mengatakan, program untuk penanganan pasien HIV/AIDS telah menjadi agenda kegiatan di dinas kesehatan tahun ini. "Semua program tetap harus berjalan. Tanpa mengurangi konsentrasi pada penanganan/penanggulangan pandemi Covid-19 saat ini," tegasnya.(ded)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/hari-aids-sedunia-di-tugu-adipura.jpg)