Breaking News:

Jatuh Bangun Vina Sandicha Rintis Bisnis Aleashopp, Kini Punya 100 Reseller

Vina memulai bisnis Aleashopp tahun 2014, dan sejak saat itu berbagai kendala kerap dialami Vina.

Dokumentasi
Vina Sandicha. Jatuh Bangun Vina Sandicha Rintis Bisnis Aleashopp, Kini Punya 100 Reseller 

Laporan Reporter Tribun Lampung Jelita Dini Kinanti

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Tidak ada bisnis yang dijalani tanpa kendala, hal ini yang dialami Owner Aleashopp Vina Sandicha.

Wanita kelahiran Bandar Lampung, 13 Agustus 1986 itu mengatakan, Aleashopp merupakan toko yang menjual fesyen.

Vina memulai bisnis Aleashopp tahun 2014, dan sejak saat itu berbagai kendala kerap dialami Vina.

Diantaranya Vina pernah merasakan penjualan turun, hingga ke titik nol, yang artinya Vina benar-benar hampir gulung tikar.

Owner Aleashopp Vina Sandicha Luangkan Waktu Bersama Anak di Akhir Pekan

Cerita Vina Sandicha Rintis Aleashopp, dari Pasar Bambu Kuning hingga ke MBK

Nyaris Gulung Tikar, Vina Sandicha Bangun Kembali Aleashopp dari Titik Nol

Tips Menyamarkan Mata Panda dengan Makeup

Vina merasakan titik nol tersebut tahun 2018, tapi ketika merasakan itu Vina tidak mau menyerah dan berhenti. 

"Kalau saya berhenti, artinya impian saya ingin memiliki bisnis fesyen besar, memberangkatkan umroh orangtua, jalan-jalan keluar negeri, dan punya rumah tidak akan tercapai," kata Vina.

Vina pun tetap melanjutkan bisnis Aleashopp, dengan terus mencari tahu apa yang membuatnya sampai di titik nol. 

Ternyata setelah diusut akibat ditipu oleh orang kepercayaan, dan tidak fokus menjalankan bisnis ini.

Ketika itu bisnis Vina jalani cukup banyak, diantaranya travel umroh, agen asuransi, marketing penjualan, dan jualan eceran.

Untuk membangkitkan kembali bisnisnya, Vina memutuskan untuk menutup semua bisnis itu dan fokus di Aleashopp.

Lama kelamaan, Aleashopp bangkit lagi, dan penjualan sudah sampai di seluruh Indonesia, Hongkong, Malaysia, Singapura, dan Taiwan. 

Bahkan, Vina juga memiliki 100 reseller yang tersebar di Lampung, Tangerang, Banjarmasin, Palembang, Sulawesi, Malang, Pangkal Pinang, Riau, Jakarta, Bengkulu, dan berbagai kota besar lain. Selain itu ada juga satu reseller di Malaysia.

Meskipun sekarang banyak bisnis fesyen bermunculan, Vina tidak gentar, bagi Vina mereka bukan saingan, justru mereka sering dijadikan bahan evaluasi Vina supaya lebih baik lagi.(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Penulis: Jelita Dini Kinanti
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved