Breaking News:

Kasus Penggelapan di Lampung Tengah

Korban Penggelapan di Lampung Tengah Merugi hingga Rp 800 Juta

Akibat penggelapan produk makanan ringan yang dilakukan oleh pelaku MSR, korban Heriyanto mengaku mengalami kerugian hingga Rp 800 juta.

Dokumentasi Polisi
Proses penangkapan MSR di depan Mapolres Lampung Tengah oleh Tekab 308. Korban Penggelapan di Lampung Tengah Merugi hingga Rp 800 Juta. 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Syamsir Alam

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Akibat penggelapan produk makanan ringan yang dilakukan oleh pelaku MSR, korban Heriyanto mengaku mengalami kerugian hingga Rp 800 juta.

Kasus itu menurut korban saat pelaku bekerja sebagai distributor produk di perusahaan tempatnya bekerja.

Barang yang seharusnya dipasarkan ke sejumlah kota di Sumatera justru tak diketahui keberadaannya.

"Pelaku ini tugasnya menjualkan produk makanan ringan (perusahaan) kami ke Riau dan sebagainya. Namun, oleh pelaku barang tidak pernah dikirim. Kejadian itu berjalan lebih kurang beberapa bulan," kata Heriyanto dalam laporannya kepada Satreskrim Polres Lamteng, Selasa (15/9/2020).

Setelah dilakukan pendataan oleh pihak perusahaan, tidak pernah didapati barang yang disalurkan oleh warga Lingkungan IX, Kelurahan Gunung Sugih, Lampung Tengah, itu sampai kepada penerimanya di Riau dan kota lainnya.

"Karena kerugian perusahaan sudah sangat besar, akhirnya kami melaporkan peristiwa itu kepada pihak kepolisian (Polres Lampung Tengah)," ujar Heriyanto.

Hasil Pengembangan

Penangkapan pelaku MSR berdasarkan pengembangan dari pelaku Triono rekannya yang lebih dahulu diamankan dan saat ini sedangan menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan.

Menurut Kasatreskrim AKP Yuda Wiranegara, Triono yang merupakan rekan dari MSR, ditangkap di Kecamatan Terusan Nunyai, pada 2018 lalu.

Halaman
12
Penulis: syamsiralam
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved