Breaking News:

Kasus Corona di Lampung

Pasien Covid-19 di Lampung Utara Harapkan Perhatian Tenaga Medis

Pasalnya selama menjalani karantina disini tidak ada petugas dari kesehatan yang melakukan pemeriksaan maupun memberikan obat-obatan.

kompas.com
ilustrasi corona - Pasien Covid-19 di Lampung Utara Harapkan Perhatian Tenaga Medis 

Laporan Reportert Tribunlampung.co.id Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Pasien terkonfirmasi virus corona yang menjalani Isolasi di Islamic Center Kotabumi Lampung Utara (Lampura) mengharapkan perhatian khusus dari tenaga medis.

Pasalnya selama menjalani karantina disini tidak ada petugas dari kesehatan yang melakukan pemeriksaan maupun memberikan obat-obatan seperti vitamin dan lainnya.

Hal itu diutarakan oleh LS (39) Warga Kecamatan Kotabumi salah satu pasien yang menjalani isolasi di islamic center kotabumi kepada awak media melalui sambungan telepon seluler, Selasa 15 September 2020.

Menurut dia, selaku pasien terpapar Covid-19 yang sedang menjalani isolasi sangat mengharapkan perhatian dari tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pada saat menjalani isolasi di tempat ini.

Selain itu, obatan obatan juga sangat penting seperti misalnya vitamin guna menambah daya tahan tubuh melawan virus.

Namun menurutnya, untuk pelayanan makan minum sudah cukup baik, dari petugas BPBD yang mengantarkan makanan, baik itu nasi dan lauk pauknya juga ada buah-buah dan lainnya.

Lampung Tambah 11 Kasus Positif Covid-19, 1 Pasien Bayi Berusia 6 Bulan, Tertular dari Ibunya

Fakta-fakta Tersangka Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber, Soal Gangguan Jiwa hingga Jadi Tersangka

Ketika ditanya apakah pihak keluarga sudah diberikan bantuan, LS mengatakan hingga saat ini keluarganya dan dua kepala keluarga lainnya yang berada di Kelapa Tujuh Kecamatan Kotabumi Selatan belum menerima bantuan apapun.

Sedangkan untuk keluar rumah saja tidak bisa karena sedang isolasi mandiri.

"Saya juga berharap agar tiga kepala keluarga yang berada di Kelurahan Kelapa Tujuh bisa diberikan bantuan,” jelas LS.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Lampura, Maya Manan, sekaligus Wakil Sekretaris GTPP mengatakan petugas kesehatan bekerja di lapangan telah seuai dengan mekanisme dan prosedur ditetapkannya dengan melakukan pemeriksaan terhadap pasien 2 kali dalam seminggu.

"Kalau dalam mekanisme itu mereka selalu turun ke lapangan dan untuk melakukan pemeriksaan minimal 2 kali seminggu tatap muka, bersama perawat atau bidan. Selain melakukan perawatan juga mengakomodir konsultasi si pasien,” kata Maya Manan. 

Menurut perempuan berhijab ini, hari ini juga tenaga medis akan turun langsung bertatap muka dengan pasien Covid-19 melakukan pemeriksaan perkembangan kondisi kesehatan mereka.

"Juga memberikan obatan obatan yang diperlukan agar bisa sembuh seperti sedia kala dan bisa berkumpul dengan keluarga,” tukas Maya Manan. (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved