Tribun Lampung Utara

Tak Ada Biaya untuk Operasi, Bocah Pengidap Hydrocephalus Asal Lampung Utara Butuh Uluran Tangan

Dengan keterbatasan dana Hardyansah hanya dibawa ke puskesmas terdekat mengecek kondisinya.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi
Hardyansah digendong sang ibu. Tak Ada Biaya untuk Operasi, Bocah Pengidap Hydrocephalus Asal Lampung Utara Butuh Uluran Tangan 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.Co.ID, LAMPUNG UTARA - Hardyansah berusia tiga tahun empat bulan, anak kedua pasangan dari Sutejo (35) dan Susanti (33), warga dusun 6 RK 1 Dorowati Desa Penagan Ratu Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara (Lampura) menderita Hydrocephalus (menumpuknya cairan di dalam rongga jauh di dalam otak) dari usia satu tahun.

Sang ayah, Sutejo menceritakan sebelumnya Ia bersama keluarga mengadu nasib ke Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat bekerja sebagai sopir mobil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sang istri hanya sebagai ibu rumah tangga.

Ketika Hardyansah berusia 1 tahun mengalami sakit panas yang cukup tinggi hingga muntah-muntah.

Bersama istrinya sang anak dibawa ke rumah sakit Patima dan dirawat selama 1 minggu di rumah sakit yang ada di sana.

"Setelah menjalani pengobatan selama 1 minggu, anak saya di rujuk ke rumah sakit Soedarso Pontianak Kalimantan Barat untuk menjalani operasi. Namun keterbatasan biaya harus memupuskan harapan,” kata Sutejo melalui sambungan telepon seluler, Selasa 15 September 2020. 

Ia pun bersama sang istri memutuskan pulang ke kampung halaman di Dusun 6 RK 1 Dorowati Desa Penagan Ratu, Kecamatan Abung Timur untuk mencari solusi demi kesembuhan anaknya.

Ardhi, Bayi Pengidap Hydrocephalus Asal Lampura Butuh Uluran Tangan

Fakta-fakta Tersangka Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber, Soal Gangguan Jiwa hingga Jadi Tersangka

Dengan keterbatasan dana Hardyansah hanya dibawa ke puskesmas terdekat mengecek kondisinya, karena untuk mengantarkannya berobat ke rumah sakit BPJS belum ada, masih dalam proses pembuatan.

Meski begitu, keadaan Hardyansah masih stabil, tidak ada keluhan yang berarti yang dirasakan, hanya saja semakin hari kepalanya terus membesar sehingga membuat Hardyansah tidak bisa berdiri dan duduk.

Sutejo berharap kepada para dermawan bisa sedikit menyisihkan rezekinya untuk membantu biaya pengobatan demi kesembuhan Hardyansah.

Sementara Pj Kepala Desa Penagan Ratu Pebri Adi membenarkan bahwa Hardyansah warganya menderita Hydrocephalus.

Dikehui, Keluarganya tergolong kurang mampu, untuk memenuhi kebutuhan sehari hari saja sangat sulit.

Tapi, hingga saat ini sudah banyak warga yang bahu membahu membantu pengobatan Hardyansyah.

Untuk BPJS sedang dalam proses pembuatan.

"Mudah mudahan BPJS bisa secepatnya selesai agar Hardyansah bisa berobat dan sembuh seperti sediakala,” ujarnya.

Pebria Adi juga berharap kepada seluruh masyarakat yang memiliki rezeki agar bisa menyisihkannya untuk membantu pengobatan Hardyansah. (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved