Breaking News:

Universitas Lampung

Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Adakan Banding Akreditasi Prodi Pendidikan Dokter

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila) menerima asesmen lapang secara daring untuk pelaksanaan banding akreditasi Program Studi Pendidi

ist
Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila) menerima asesmen lapang secara daring untuk pelaksanaan banding akreditasi Program Studi Pendidikan Dokter FK Unila, Rabu (16/9/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BADNAR LAMPUNG - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila) menerima asesmen lapang secara daring untuk pelaksanaan banding akreditasi Program Studi Pendidikan Dokter FK Unila, Rabu (16/9/2020).

Hadir secara daring, tim asesor utusan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) yang bertugas mengasesmen lapangan yakni Prof. Dr. dr. Soewadi, MPH. Sp. KJ (K), dr. Irwin Aras, M.Epid., M.Med.Ed., dan dr. Insan Sosiawan A. Tunru, Ph.D.

Asesmen juga disaksikan Direktur Rumah Sakit Abdul Moeloek beserta jajaran tim penjaminan mutu Fakultas Kedokteran Unila.

Dekan FK Unila Dr. Dyah Wulan Sumekar RW, SKM., M.Kes., saat pembukaan menjelaskan, asesmen lapang ini dilakukan setelah pengajuan banding Fakultas Kedokteran Unila yang sudah dilaksanakan pada 12 Februari 2020 lalu.

Nilai asesmen yang ke luar akan berkaitan langsung pada pembentukan Program Pendidikan Dokter Spesialis di FK Unila. Terdapat 56 butir item asesmen yang diajukan untuk banding. Dyah menyatakan, dokumen penilaian mutu juga sudah disampaikan pada asesmen sebelumnya.

Ia berharap, pelaksanaan banding dapat menjadi penyempurnaan dan tambahan penjelasan pada banding lapang tahap ini.

Rektor Unila Prof. Dr. Karomani, M.Si., menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan tim asesor dalam penilaian asesmen banding ini. Menurutnya, Unila memiliki mimpi FK Unila menjadi 10 terbaik di Indonesia pada 2025. Kekhususan yang dimiliki FK Unila yakni berbasis agromedisin sesuai potensi utama Provinsi Lampung.

Guru Besar Ilmu Komunikasi Unila ini pun menambahkan, pada tahun 2021 akan dimulai pelaksanaan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan dengan bantuan dana Asian Development Bank (ADB) senilai 700 miliar rupiah.

“Kami punya program membuat spesialis dan berharap agar ini dapat sukses dan lancar serta mendapat dukungan dari para asesor,” urai Karomani.(*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved