Mobil Bekas

Hendak Membeli Mobil Bekas? Simak Cara Mengenali Indikator BBM Boros pada Mobil Bekas

Berikut, Tribunlampung.co.id bagikan cara mengenali indikator BBM boros pada mobil bekas.

Tayang:
Penulis: Tama Yudha Wiguna | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunnews.com
Ilustrasi. Cara mengenali indikator BBM boros pada mobil bekas. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID BANDAR LAMPUNG -  Konsumsi BBM (Bahan Bakar Minyak) pada sebuah mobil, menjadi salah satu faktor penting guna menghadirkan kenyamanan saat berkendara.

Oleh karenanya tak heran, bila sebagian orang menganggap konsumsi BBM merupakan hal utama yang perlu diperhatikan. Termasuk saat ingin membeli mobil bekas.

Berikut, Tribunlampung.co.id bagikan cara mengenali indikator BBM boros pada mobil bekas.

Kepala Cabang Japanese 3 Rio, mengatakan memahami atau mengenali penyebab indikator BBM boros pada mobil bekas umumnya cukup mudah.

Hal utama yang perlu dilakukan oleh calon pembeli mobil bekas, tentu harus benar-benar teliti saat melakukan pengecekan kondisi unit, sebelum akhirnya memutuskan membeli mobil tersebut.

“Tentu kalau cari mobil bekas kita harus cek unit secara langsung. Semuanya, mulai dari kesehatan mesin, fisik (interior dan eksterior),” ujar pengelola showroom mobil bekas di Jalan H. Said No 7 tersebut, Kamis (17/9/2020).

“Sebab indikator BBM boros itu, tergantung dari kesehatan unitnya sendiri,” sambungnya.

Lebih lanjut, Rio mengukapkan penting bagi konsumen untuk memperhatikan komponen bearing roda dari mobil bekas, pastikan tidak ada bunyi dengungan saat mobil melaju di kecepatan tinggi.

“Sebab kalau kerusakan ini dibiarkan. Otomatis konsumsi bbm juga akan tersedot, lantaran putaran roda yang kurang lancar,” ujar Rio.

Hal selanjutnya lakukan pengecekan pada bagian knalpot, dikarenakan knalpot yang bocor juga bisa menjadi penyebab konsumsi BBM boros.

“Selain perubahan suara, knalpot bocor sama seperti kita mengganti sistem gas buang model free flow,” imbuh Rio.

“Lancarnya gas buang, membuat mesin akan mengisap BBM lebih banyak ke dalam ruang bakar,” tambahnya.

Kemudian pastikan jika anda membeli mobil bekas dengan keadaan ban yang tidak botak.

Selain menghindari penggantian ban di kemudian hari, pembeli juga mesti mengetahui kondisi ini bisa menyebabkan BBM boros, karena kurangnya cengkraman pada aspal.

“Ini membuat gesekan bertambah dan tentu lebih membahayakan saat kondisi hujan atau jalan basah, sebab ban tidak bisa menyingkirkan air ke pinggir ban,” pungkas Rio.

Terakhir, Rio menuturkan mobil bekas yang sebelumnya menggunakan BBM sesuai anjuran pabrikan, maka akan jauh terhindar dari BBM boros.

“Karena BBM dengan RON (Research Octane Numbe) rendah atau tidak sesuai, maka akan membuat pembakaran kacau. BBM jadi lebih boros dan ngelitik (knocking),” terang Rio.

“Akibatnya performa bisa menurun, hingga mesin butuh lebih banyak BBM untuk pembakaran yang berujung pemborosan,” paparnya.

Kendati perlu diingat, mobil dengan kapasitas CC (cubical centimeter) yang besar, otomatis akan sedikit memakan konsumsi BBM yang berlebih.

“Jika mobil di atas 2000 cc dan menggunakan bahan bakar bensin, maka otomatis konsumsi BBM nya juga akan sedikit boros,” tukas Rio.

“Sebagai contoh Innova Reborn, Toyota Fortuner, Honda Civic. Namun jika mesin diesel pasti akan sedikit lebih irit BBM,” tandasnya.

(Tribunlampung.co.id/Tama Yudha Wiguna)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved