Tribun Tv Lampung
Tips Memulai Bisnis di Masa Pandemi ala Owner Ambarukmo Coffee and Resto Raveyva Bunga Arzeta
Wanita kelahiran Tajungkarang 23 tahun silam tersebut justru berani memulai bisnis di bidang kuliner di Jalan Danau Toba Kedaton.
Penulis: ahmad robi ulzikri | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Ahmad Robi
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Di tengah kondisi pagebluk seperti saat ini banyak pengusaha yang mengencangkan ikat pinggang untuk efisiensi pengeluaran atau bahkan menutup sementara usahanya.
Namun tidak dengan pengusaha muda yang juga Owner Ambarukmo Coffee and resto Raveyva Bunga Arzeta.
Wanita kelahiran Tajungkarang 23 tahun silam tersebut justru berani memulai bisnis di bidang kuliner di Jalan Danau Toba Kedaton.
Sejumlah tips diberikan oleh wanita berzodiak Taurus tersebut dalam acara Bisnis to Bisnis Tribun Lampung edisi Senin (21/9/2020).
Dalam acara yang dipandu reporter Tribunlampung Sulis Setia Markhamah tersebut, Bunga sapaan akrabnya mengatakan aspek kesehatan menjadi hal pertama yang harus diperhatikan.
“Membuka bisnis atau usaha saat pandemi tidak menjadi masalah selama kita mematuhi protokol kesehatan dengan baik,” jelas Raveyva Bunga Arzeta.
TONTON DISINI: Memulai Usaha Bagi Milenial Saat New Normal
“Di Ambarukmo sendiri kita selalu menyemprotkan disinfektan sehari tiga kali pagi siang dan sore. Pengunjung yang masuk telah kita siapkan tempat cuci tangan, kalau ada petugas untuk cek suhu tubuh, dan kami sediakan hand sanitizer,” sambung Raveyva Bunga Arzeta.
Sudah bergelut sejak tahun 2018 belajar dari orang tuanya yang juga berkecimpung di dunia usaha kuliner, dirinya memutuskan untuk terjun langsung memulai bisnis kuliner.
“Saya sudah dari tahun 2018, cuman saya baru buka di tahun 2020 ini di Bandar Lampung, awalnya sempat usaha katering, sekarang mencoba bisnis coffee and resto. Kalau belajar dari orang tua yang juga berkecimpung di Coffee and Resto,” jelas Raveyva Bunga Arzeta.
Tips berikutnya menurutnya Raveyva Bunga Arzeta yaitu dalam memilih usaha harus pintar memilih segmen konsumen.
“Saya pilih Coffee and resto selain karena letaknya strategis di Bandar Lampung, juga karena kalau kuliner itu usaha yang bisa mencakup segmen konsumen seperti keluarga, remaja, anak sekolah, mahasiswa, dan ibu-ibu arisan juga bisa,” jelas Raveyva Bunga Arzeta.
Tips berikutnya, dari owner pemilik usaha kuliner yang baru dibuka 19 September 2020 tersebut yaitu menentukan harga sesuai segemen konsumen.
“Kita juga kasih harga yang tidak terlalu menguras kantong, di harga mulai 12 ribu sampai 60 ribu, bawa uang 100 ribu saja sudah kenyang. Untuk menu kita ada menu lokal dan internasional,” jelas Raveyva Bunga Arzeta.
Menu yang ditawarkan seperti ayam bakar, cumi tumis, Gurame bakar, aneka pindang.
Kemudian ada juga aneka makanan ringan seperti sosis bakar, fish roll, pisang keju dan masih banyak lainnya, dan ada juga aneka minuman seperti aneka smoothies, milkshake, dan aneka jus.
Selain harga, tips berikutnya untuk memulai usaha adalah penamaan.
Menurut Raveyva Bunga Arzeta, nama merupakan doa untuk usahanya ke depan.
“Untuk nama resto saya terinspirasi dari raja Ambarukmo dari Yogyakarta, karena nama itu harapan kedepannya usaha kuliner ini bisa menjadi besar dan awet terus,” jelas Raveyva Bunga Arzeta.
Tips berikutnya yaitu pemilihan konsep tempat usaha menjadi hal yang penting.
“Konsep yang kami tampilkan yaitu konsep modern dengan konsep indor dan outdor. Kita juga sudah siapkan seperti lukisan di dinding untuk spot foto bagi milenial,” jelas Raveyva Bunga Arzeta.
Tip memulai usaha selanjutnya di tengah pandemi seperti saat ini yaitu harus mampu beradaptasi dengan platform digital.
“Saat ini sedang on proses ke digitalisasi misalnya seperti Gojek dan Grab, itu sangat diperlukan karena banyak konsumen yang mungkin tidak mau keluar kita dipermudah dengan layanan online,” terang Raveyva Bunga Arzeta.
Dari segi kapasitas resto, Ambarukmo sendiri berkapasitas sebanyak 120 orang, dengan kapasitas yang cukup besar, resto dan Coffee tersebut bisa digunakan untuk tempat arisan, tempat meeting dengan ruang VIP berkapasitas 20 hingga 25 orang.
Tips berikutnya terkait tempat usaha yang kerap menjadi persoalan bagi pengusaha pemula, untuk meminimalisir resiko saat pandemi seperti saat ini Raveyva Bunga Arzeta sendiri menggunakan sistem bagi hasil dengan pemilik tempat.
“Untuk tempat kita pakai sistem bagi hasil, karena kalau sewa tempat kita tidak tahu kondisi kedepan seperti apa kadang sepi atau rame, jadi kalau bagi hasil mau sepi atau ramai kita tetap bagi dua jadi tidak terbebani bayar sewa,” jelas Raveyva Bunga Arzeta.
Begitu juga dengan tips untuk sistem pembayaran karyawan, dengan sistem bagi hasil resikonya akan lebih kecil dan karyawan punya motivasi kerja yang lebih baik.
“Untuk saat ini karyawan kita sudah ada 6 dengan sistem bagi hasil, jadi lebih semangat, kalau sistem gaji perbulan mau sepi atau ramai tetap segitu, tetapi kalau sistem bagi hasil gaji karyawan mereka jadi lebih terpacu,” terang Raveyva Bunga Arzeta.
“Dalam merangkul karyawan itu kita harus anggap seperti keluarga sendiri atau kita tekan akan kedekatan emosional sehingga karyawan loyal dan usaha kita terus maju,” sambung Raveyva Bunga Arzeta.
Keberanian adalah tips terpenting menurut Raveyva Bunga Arzeta. Dalam memulai usaha.
“Dan terakhir yang terpenting untuk memulai usaha adalah kita tidak usah takut, yang penting kita mau belajar dan berani mencoba. Minimal kita punya pengalaman, skil memasak atau kita juga bisa merekrut pegawai yang sudah berpengalaman,” pungkas Raveyva Bunga Arzeta. (Tribunlampung.co.id/Ahmad Robi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/raveyva-bunga-arzeta.jpg)