Genap 2.000 Hari Melawan Koalisi Arab, Kelompok Pemberontak Houthi Pamer Uang Riyal dan Makanan

Pemberontak hOUTHI 2017, mereka pernah merayakan 1.000 hari melawan koalisi yang digalang Arab Saudi tersebut dengan berpawai keliling ibu kota.

Editor: Romi Rinando
 AFP PHOTO
Seorang milisi kelompok pemberontak Houthi berjaga di samping tumpukan uang di ibu kota Sanaa, Yaman, pada 24 September 2020. Houthi memamerkan uang, makanan, dan sumbangan lainnya untuk merayakan 2.000 perlawanan mereka terhadap koalisi yang dipimpin Arab Saudi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID  - Kelompok pemberontak Yaman, Houthi, memamerkan uang, makanan, dan sumbangan dalam perayaan 2.000 hari melawan koalisi pimpinan Arab Saudi.

Koalisi negara Arab itu terjun ke perang Yaman pada 2015, untuk mendukung Presiden Abedrabbo Mansour Hadi yang diakui oleh internasional.

Presiden Mansour Hadi saat itu terpaksa mengungsi dari ibu kota Sanaa setelah kelompok Houthi menguasainya pada akhir 2014 silam.

Dalam perayaan itu, mereka memamerkan berbagai bentuk sumbangan dari suku setempat di Lapangan Al-Sabeen yang berlokasi di ibu kota.

Padahal berdasarkan laporan PBB, Yaman mengalami krisis kemanusiaan dan berada di ujung bencana kelaparan akibat konflik selama lima tahun.

Di tengah lapangan, milisi memamerkan mata uang riyal, dengan ada yang ditumpuk mebentuk piramida dan juga angka 2.000.

Lembaran uang lainnya ditumpuk hingga membentuk 21 September, atau ketika hari di mana para pemberontak menguasai ibu kota Sanaa.

Kelompok pemberontak Syiah, yang dikenal sebagai Houthi, melakukan tarian tradisional selama protes terhadap serangan udara Saudi Arabia di Sanaa, Yaman, 10 April 2015.
Kelompok pemberontak Syiah, yang dikenal sebagai Houthi, melakukan tarian tradisional selama protes terhadap serangan udara Saudi Arabia di Sanaa, Yaman, 10 April 2015. (AP PHOTO / Hani Mohammed)

 

Prajurit TNI Serma Rama Wahyudi Gugur Diserang Milisi Pemberontak di Kongo

Pasukan Kopassus Bersenjata Bawang Putih Perang Lawan Pemberontak, Menyerah dalam 30 Menit

Pakai Rudal, Pemberontak Houthi Klaim Hancurkan Fasilitas Militer dan Kilang Minyak Arab Saudi

 

Pada 2017, mereka pernah merayakan 1.000 hari melawan koalisi yang digalang Arab Saudi tersebut dengan berpawai keliling ibu kota.

Sejak saat itu seperti dilaporkan AFP Kamis (24/9/2020), upaya politik untuk mencari solusi atas konflik itu mengalami kebuntuan.

Puluhan ribu orang, kebanyakan warga sipil, tewas dalam pertempuran antara tentara pemerintah dengan milisi yang didukung Iran itu.

Sementara mayoritas warga lainnya bergantung pada bantuan pangan agar bertahan hidup, dengan PBB menyebutnya krisis kemanusiaan terbesar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rayakan 2.000 Hari Lawan Koalisi Arab Saudi, Houthi Pamer Uang dan Makanan"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved