Breaking News:

Tribun Metro

Pemkot Metro Akan Batasi Jam Operasional Cafe, Rumah Makan dan Resepsi Pernikahan

Dijelaskan Misnan, terkait pembatasan jam berjualan harus diberikan ketegasan.

Dokumenasi Satgas Covid-19 Bandar Lampung.
Ilustrasi - Resepsi penikahan. Pemkot Metro Akan Batasi Jam Operasional Cafe, Rumah Makan dan Resepsi Pernikahan 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Indra Simanjuntak

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro akan batasi jam buka cafe, rumah makan, dan mengatur resepsi pernikahan maupun khitanan di wilayah setempat.

Penjabat Sekkot Metro Misnan mengatakan, dalam beberapa minggu terakhir jumlah pasien positif Covid-19 semakin meningkat.

Karenanya, Pemkot mengeluarkan instruksi pembatasan resepsi dan jam buka tempat makan.

Dijelaskannya, terkait pembatasan jam berjualan harus diberikan ketegasan.

Pada cafe yang akan disepakati bersama mulai dari pagi hari sampai dengan jam 21.00 WIB.

Kemudian para penjual tenda di depan Chandra dan Sumur Bandung mulai 17.30 WIB hingga 00.00 WIB.

Metro Zona Orange Covid-19, Pairin Minta Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Rycko, Kohar, Eva Mengaku Senang, Dapat Nomor Urut Sesuai Filosofi

"Termasuk rumah makan diharapkan tidak menyediakan makan di tempat. Melainkan hanya untuk dibungkus atau dibawa pulang dan akan ditentukan hanya boleh buka sampai pukul 17.00 WIB," tukasnya, Jumat (25/9/2020).

Sementara Kabag Hukum Pemkot Metro Ika Puspita menjelaskan, secara umum mengenai aturan dalam pelaksanaan acara resepsi diharapkan lebih cepat dan lebih pendek, dengan jumlah pengunjung paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat.

Serta mewajibkan menggunakan dan memeriksa suhu tubuh apabila suhu 37 derajat ke atas tidak boleh masuk.

Serta memastikan tamu dalam kondisi sehat, menyediakan sarana cuci tangan dengan air bersih, dan menghindari kontak fisik secara langsung seperti bersalaman atau berpelukan.

"Dan diarahkan agar tidak terjadi penumpukan pengunjung. Untuk peserta nikah yang pelaksanaannya di KUA, dihadiri paling banyak 10 orang dan semua wajib mejalankan protokol kesehatan," imbuh Ika Puspita.

Jika peserta nikah berasal dari Jakarta atau dari luar Metro, diharapkan melampirkan keterangan rapid test.

Dan jika pelaksanaan di luar KUA, maka penghulu wajib menolak jika pelaksanaan tidak sesuai dengan protokol kesehatan. (Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved