Breaking News:

Tribun Bandar Lampung

Tak Jadi Divonis Mati, Kurir 41 Kg Sabu asal Bandar Lampung Ajukan Kasasi

Vonis mati direvisi menjadi seumur hidup, satu dari lima anggota jaringan 41,6 kilogram sabu mengajukan kasasi.

Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Dua kurir sabu dihadirkan dalam ekspose di kantor BNNP Lampung, Kamis (2/7/2020). 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Vonis mati direvisi menjadi seumur hidup, satu dari lima anggota jaringan 41,6 kilogram sabu mengajukan kasasi.

Terdakwa diketahui bernama Suhendra alias Midun, warga Kelurahan Gunung Kunyit, Bandar Lampung.

Suhendra sempat divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Tanjungkarang.

Ia diganjar hukuman mati bersama Muntasir, Hatami alias Iyom, Supriyadi alias Udin, dan Jepri Susandi alias Uje.

Sebagaimana tertuang 125/PID/2020/PT TJK, putusan Suhendra diperbaiki dari hukuman mati menjadi hukuman penjara seumur hidup.

Nelson Rumanof, penasihat hukum Suhendra, mengatakan, meski putusan sudah diperbaiki, pihaknya tetap mengajukan kasasi ke PT Tanjungkarang.

Punya Sabu dan Ekstasi Rp 1 Miliar, Pria Natar Ini Jadi Kurir Narkoba Lintas Kabupaten

BREAKING NEWS Polres Metro Amankan Kurir asal Natar, Sita Narkoba Senilai Rp 1 Miliar

"Hari Jumat 25 September, klien telah melakukan pengajuan kasasi," ujar Nelson, Minggu (27/9/2020).

Kata Nelson, di tingkat banding sebelumnya, vonis kliennya diperbaiki dari yang semula hukuman mati menjadi hukuman seumur hidup.

"Sebagaimana alasan yang diterima oleh PT, maka dalam kasasi masih kami ajukan alasan kami yakni pertama, Suhendra ini tidak didampingi pengacara. Kedua, Suhendra dalam kasus ini bersifat pasif dan belum pernah dihukum," sebutnya.

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved