Kasus Perkosaan di Way Kanan

Kasus Perkosaan di Way Kanan Sejak 2018, Pelaku Gagahi Korbannya hingga 10 kali

Tim kuasa hukum Damar Lampung membeberkan kasus perkosaan yang ditangani Polsek Blambangan Umpu, Polres Way Kanan.

Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter
Tindakan perkosaan yang dilakukan HR terhadap korban berlangsung sejak tahun 2018. Kasus Perkosaan di Way Kanan Sejak 2018, Pelaku Gagahi Korbannya hingga 10 kali. 

Laporan Reporter Tribun Lampung.co.id Muhammad Joviter

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tim kuasa hukum Damar Lampung membeberkan kasus perkosaan yang ditangani Polsek Blambangan Umpu, Polres Way Kanan.

Laporan korban berinisial MGO (18) terhadap terlapor HR (75) per tanggal 6 Juni 2020 dengan bukti lapor LP/B-313/VI/2020/Polda lpg/res wk/sek umpu.

Tim kuasa hukum Damar Lampung, Meda Fatmayanti mengatakan, antara korban dan terduga pelaku masih tetangga.

Tindakan perkosaan yang dilakukan HR terhadap korban berlangsung sejak tahun 2018.

"Perkosaan yang dilakukan korban berkelanjutan sampai akhirnya korban membuat laporan polisi," ujar Meda Fatmayanti, Senin (28/9/2020).

Jika dikalkulasikan, tindakan perkosaan yang dilakukan HR terhadap korban lebih dari 10 kali.

Meda menjelaskan, korban merupakan anak berkebutuhan khusus.

Bahkan korban pertama kali mendapat kekerasan seksual saat masih berusia 16 tahun.

"HR ini merupakan orang berpengaruh di desanya. Bahkan HR mengintimidasi keluarga korban, bahwa perkara tersebut tidak akan lanjut," kata Meda Fatmayanti.

Sebelumnya diberitakan, Lembaga advokasi perempuan Damar Lampung mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengambil alih perkara perkosaan terhadap anak di bawah umur, yang saat ini ditangani Polsek Blambangan Umpu, Way Kanan.

Hal tersebut dilakukan lantaran laporan korban ke Polsek setempat sejak 6 Juni 2020 hingga saat ini mandek.

Direktur Eksekutif Damar Lampung Sely Fitriani mengatakan, setelah 4 bulan dari proses pelaporan belum ada perkembangan hukum dari polsek Blambangan Umpu.

Sebagai pendamping korban, Damar sudah berkoordinasi langsung dengan Wadirkrimum Polda Lampung menanyakan sejauh mana proses hukum laporan korban.

"Dihasilkan informasi bahwa terdapat kendala kendala dalam proses penyelidikan, sehingga proses penyelidikan untuk sementara waktu dihentikan," ujar Sely Fitriani, Senin (28/9/2020).

Sely menilai alasan penyidik di Polsek Blambangan Umpu tidak masuk akal. Pasalnya, proses lidik yang dilakukan polsek hanya mendengar keterangan pelaku, bukan dari keterangan korban.

Untuk itu pihaknya melalui tim penanganan kasus ikut membantu mengurai hambatan, yang menjadi penyebab terhentinya proses penyelidikan.

"Kami memfasilitasi untuk dilakukan pemeriksaan psikologi forensik bagi korban pemerkosaan atas nama MGO (18)," kata Sely Fitriani.

(Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved