Breaking News:

Pilkada Bandar Lampung 2020

Bawaslu Bandar Lampung Larang Paslon Libatkan Balita hingga Lansia dalam Kampanye

Larangan ini tertuang dalam PKPU Nomor 13 Tahun 2020 tentang tentang Pilkada Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Non-alam Covid-19.

Tribunlampung.co.id/Kiki
Ketua Bawaslu Bandar Lampung Candrawansah. Bawaslu Bandar Lampung Larang Paslon Libatkan Balita hingga Lansia dalam Kampanye 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Kiki Adipratama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Bawaslu Bandar Lampung mewanti-wanti seluruh Pasangan calon (paslon) untuk tidak mengikutsertakan balita, anak-anak, ibu hamil atau ibu menyusui, dan orang lanjut usia (lansia) dalam kegiatan kampanye Pilkada Serentak 2020.

Larangan ini tertuang dalam PKPU Nomor 13 Tahun 2020 tentang tentang Pilkada Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Non-alam Covid-19.

Ketua Bawaslu Bandar Lampung Candrawansah menjalelaskan berdasarkan PKPU tersebut dalam Pasal 88 E ayat 1 yang Paslon dan tim kampanye dilarang mengikut sertakan balita, anak-anak, ibu hamil/menyusui, dan orang lanjut usia dalam kegiatan kampanye yang dilakukan melalui tatap muka secara langsung.

"Kami Bawaslu Bandar Lampung melarang dan akan mengawasi terkait hal itu melalui jajaran Panwascam untuk meninjau kegiatan kampanye di lapangan," ungkap Candrawansah saat ditemui di Hotel Bukit Randu, Rabu (30/9/2020).

Menurutnya, larangan tersebut dilakukan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Dimana, kata dia, ibu hamil, lansia, dan balita dinilai rentan terhadap Covid-19.

3 Paslonkada Bandar Lampung Sudah Daftarkan Akun Medsos untuk Kampanye, Bawaslu Siap Awasi

3 Paslon Wali Kota Bandar Lampung Bagikan APD saat Kampanye

KPU Siap Ikuti Musyawarah Terbuka Sengketa Pilkada dengan Hipni-Melin Hariyani Wijaya

"Apabila mereka masih ikut dan terlibat dalam kampanye, Bawaslu dapat menyuruh mereka untuk pulang, karena mereka ini golongan yang rentan terhadap Covid-19," ungkap Candrawansah.

Candrawansah mengatakan apabila imbauan ini dilanggar, maka pihaknya akan memberikan sanksi administrasi.

"Bawaslu punya kewenangan memberikan peringatan tertulis saat terjadinya pelanggaran secara langsung," sebut Candrawansah.

Candrawansah menambahkan, masih memperbolehkan kegiatan kampanye terhadap kategori ini, namun hanya dapat melalui dunia maya.

"Mereka masih dapat melihat kampanye melalui media sosial maupaun daring," pungkas Candrawansah(Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)

Penulis: kiki adipratama
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved