Breaking News:

Bandar Lampung Butuh 27.837 Ton Bahan Pangan pada Bulan Oktober

Angka tersebut merupakan proyeksi kebutuhan bahan pangan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandar Lampung.

TRIBUN LAMPUNG/ANUNG BAYUARDI
ILUSTRASI pedagang sembako di pasar tradisional. Bandar Lampung Butuh 27.837 Ton Bahan Pangan pada Bulan Oktober 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id V Soma Ferrer

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Bandar Lampung membutuhkan sebanyak 27.837 ton bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan keseharian warga Bandar Lampung pada Oktober 2020.

Angka tersebut merupakan proyeksi kebutuhan bahan pangan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandar Lampung.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Babdar Lampung I Kadek Sumartha mengatakan 27.837 ton bahan pangan itu terinci ke dalam sembilan bahan pangan prioritas.

"Ada beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur ayam, susu, sayur dan buah, serta garam dan beryodium," sebut I Kadek saat didatangi di ruang kerjanya, Kamis (1/10/2020).

Kasus Baru Corona di Lampung Selatan, 4 Pasien Positif Covid-19 dari 3 Kecamatan

3 Jenazah Dalam Makam Hanyut Tersapu Banjir di Tanggamus, Baru Satu Jenazah Ditemukan

Adapun ia merinci kebutuhan per item di atas sebagai berikut:

Beras 8.217 ton, gula pasir 2.022 ton, minyak goreng 2.573 ton, daging sapi 302 ton, daging ayam 1.259 ton, telur ayam 1.223 ton, susu 1.813 ton, sayur dan buah 9.190 ton, serta garam beryodium 174 ton.

Saat ditanyai prihal kepastian ketersediaan, dirinya mengatakan ketersediaan bahan pangan yang terinci masih dalam batas aman.

"Ketersediaan stok aman, ditinjau dari sisa stok bulan September dan pengadaan bukan Oktober," jelasnya.

Hal itu dikatakannya meskipun Kota Bandar Lampung tudak berada dalam sentra produksi bahan pangan daerah.

"Posisi Bandar Lampung yang juga sebagai terminal pasar pangan daerah menjadikan pasokan-pasokan bahan pangan dari kabupaten akan dipasarkan di sini (Bandar Lampung)," lanjutnya.

Selain sembilan bahan pangan yang disebutkan di atas, Kadek juga menjamin ketersediaan gas elpiji juga aman dalam kurun waktu yang sama.

"Untuk gas LPG, Bandar Lampung diperkirakan membutuhkan 759.663 ton," sebut I Kadek.

(Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer)

Penulis: Vincensius Soma Ferrer
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved