Breaking News:

Tribun Lampung Tengah

Belum Sempat Konsumsi Sabu, Warga Bandarjaya Keburu Diciduk Polres Lampung Tengah

Penangkapan bermula saat Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Tengah mendapat informasi rumah pelaku sering dijadikan tempat penyalahgunaan narkotika

Dok Polres Lampung Tengah
Dayat beserta barang bukti sabu diamankan di Mapolres Lampung Tengah. 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Syamsir Alam

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Dayat (38), warga Kelurahan Bandarjaya Timur, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, diciduk polisi saat hendak mengonsumsi sabu, Kamis (1/10/2020) malam.

Penangkapan bermula saat Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Tengah mendapat informasi rumah pelaku sering dijadikan tempat penyalahgunaan narkotika.

Kepala Satresnarkoba Polres Lampung Tengah AKP Hendra Gunawan mewakili Kapolres AKBP Popon Ardianto Sunggoro menerangkan, penggerebekan rumah pelaku berkat laporan warga.

"Informasi yang kami terima, di rumah pelaku di Bandarjaya Barat, sedang ada penyalahgunaan narkoba. Lalu kami lakukan penyelidikan," jelas AKP Hendra Gunawan, Jumat (2/10/2020).

Polisi menggerebek rumah Dayat sekitar pukul 21.00 WIB.

Polisi sudah mengintai lalu masuk ke dalam rumah.

Pembeli dan Penjual Diciduk Polres Lampung Tengah saat Akan Transaksi Sabu

Oknum ASN di Bandar Lampung Ambil Sabu di Penginapan, Sudah Ditunggu Polisi di Parkiran

"Di dalam rumah, pelaku sedang mempersiapkan peralatan untuk mengisap sabu. Saat itu kami langsung lakukan penangkapan," kata Hendra.

Dari tangan pelaku Dayat, didapati barang bukti satu bungkus plastik klip bening berisi kristal warna putih diduga sabu seberat 0,10 gram, satu set alat isap sabu/bong, satu buah pipa kaca pirek.

Selanjutnya dua buah jarum sumbu api, tiga buah korek api gas, satu buah pipet sedotan (sekop), satu buah cotton buds, dan dua buah kotak rokok.

Guna penyidikan lebih lanjut, pelaku diamankan di Mapolres Lampung Tengah.

Ia dikenakan pasal 112 ayat 1 atau pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 4 sampai 12 tahun penjara.

Dayat mengakui barang bukti sabu beserta alat isapnya adalah miliknya.

Ia mengonsumsi sabu sejak beberapa bulan terakhir.

Satu paket sabu kecil ia beli seharga Rp 300 ribu kepada seseorang. (Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)

Penulis: syamsiralam
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved