Breaking News:

Tribun Tulangbawang Barat

Hutan Mangrove Alih Fungsi Jadi Sawah, Nelayan Tulangbawang Barat Kesulitan Cari Ikan

Penebangan mangrove guna proyek cetak sawah di sepanjang rawa atau sungai Tiyuh Panaragan, Tulangbawang Barat membuat para nelayan kehilangan mata pen

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Daniel Tri Hardanto
Dokumentasi Warga Desa Berundung
Ilustrasi. Hutan mangrove hilang, nelayan Tulangbawang Barat kesulitan cari ikan. 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Endra Zulkarnaen

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG BARAT - Penebangan mangrove guna proyek cetak sawah di sepanjang rawa atau sungai Tiyuh Panaragan, Tulangbawang Barat membuat para nelayan kehilangan mata pencarian.

Sebabnya, ekosistem alami ikan di rawa hilang akibat hutan mangrove yang ditebas. 

Mirisnya, program cetak sawah yang digadang-gadang oleh pemerintah pusat dapat mengurangi krisis pangan di negeri ini dinilai gagal. 

Tanah gambut dan tanah rawa tidak cocok untuk dijadikan sawah.

Melihat keadaan pasang surut air rawa yang sulit diprediksi menjadikan para petani selalu tebak-tebakan kapan air akan pasang dan surut.

Bila air pasang, padi yang belum seutuhnya tumbuh bakal terendam banjir.

Kawasan Hutan Mangrove di Pesisir Kecamatan Ketapang Terancam Abrasi

Walhi Lampung Dorong Penegakan Hukum atas Perusakan Ekosistem Mangrove

Saat air surut, tanaman akan mengering akibat kurangnya pasokan air.

Nuri, nelayan di Tiyuh Panaragan, Tulangbawang Barat, menuturkan, penebangan hutan mangrove yang dijadikan lahan cetak sawah berdampak terhadap penghasilan nelayan setempat. 

Menurutnya, sebelum adanya program cetak sawah, di lahan tersebut masih banyak dijumpai kayu mangrove, seperti sesepang, gelam, dan lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved