Breaking News:

Aksi Omnibus Law di Lampung

Kesaksian Agam, Selamatkan Anggota DPRD Lampung hingga Terkena Selongsong Gas Air Mata

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mahalayati Bandar Lampung yang biasa disapa Agam ini mengalami luka serius pada kepala.

Tribunlampung.co.id/Joviter
Agam (kiri) saat ditemui di kediamannya, Senin (12/10/2020). Dia menjadi salah satu korban dalam demo menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan kantor DPRD Provinsi Lampung, Rabu (7/10/2020) lalu. 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Muhammad Joviter

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tindakan kekerasan mewarnai aksi demonstrasi yang dilakukan kalangan mahasiswa di Bandar Lampung.

Mereka menyatakan menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja dengan turun ke jalan, Rabu (7/10/2020) lalu.

Selama tiga hari berturut-turut, mereka menggelar aksi agar pemerintah menganulir pengesahan UU kontroversial tersebut.

Sejumlah mahasiswa menjadi korban kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh oknum aparat kepolisian.

Salah satunya adalah Teuku Muhammad Naufal Fatihillah.

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mahalayati Bandar Lampung yang biasa disapa Agam ini mengalami luka serius pada kepala.

Baca juga: Diduga Terlibat Kekerasan dalam Aksi Omnibus Law, Sejumlah Polisi di Lampung Diperiksa Propam

Baca juga: Sempat Panas, Aparat dan Mahasiswa Saling Dorong dalam Aksi Tolak Omnibus Law di Metro

Baca juga: LBH Bandar Lampung Terima 50 Aduan Tindakan Kekerasan Oknum Aparat saat Demo Tolak Omnibus Law

Kepala bocor dan harus mendapatkan lima jahitan karena terkena selongsong gas air mata.

Dia menceritakan, pada Rabu (7/10/2020) itu ia sedang bersama rekan lainnya ikut menyuarakan penolakan Omnibus Law di depan gedung DPRD Provinsi Lampung.

Ia tak menyangka terkena selongsong gas air mata yang diduga dilontarkan oleh aparat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved