Breaking News:

Aksi Omnibus Law di Lampung

Kesaksian Agam, Selamatkan Anggota DPRD Lampung hingga Terkena Selongsong Gas Air Mata

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mahalayati Bandar Lampung yang biasa disapa Agam ini mengalami luka serius pada kepala.

Penulis: joeviter muhammad | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Joviter
Agam (kiri) saat ditemui di kediamannya, Senin (12/10/2020). Dia menjadi salah satu korban dalam demo menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan kantor DPRD Provinsi Lampung, Rabu (7/10/2020) lalu. 

Alhasil, kepala Agam sebelah kiri mengalami luka cukup serius.

Ia pun menanggap luka tersebut sebagai kado ulang tahunnya.

Hari ini, Senin (12/10/2020), pria berdarah Aceh ini genap berusia 22 tahun.

"Anggap saja kado istimewa buat saya," kata Agam saat disambangi Tribunlampung.co.id di kediamannya, Jalan Antara III, Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung.

Agam melanjutkan, insiden tersebut terjadi saat dirinya sedang mengevakuasi kendaraan yang terparkir di depan pintu masuk kantor DPRD.

Pasalnya, saat itu aparat sedang berusaha memukul mundur peserta unjuk rasa dengan menggunakan water canon.

Upaya itu dilakukan Agam bersama rekan rekan mahasiswa lainnya agar tidak terjadi perusakan oleh aparat.

Tiba-tiba Agam merasakan ada benda keras yang menghantam kepalanya.

Seketika itu juga pandangannya buram dan pendengaran berkurang.

"Kalau kata teman saya yang lihat itu, kena selongsong gas air mata. Saya gak tau apa itu. Karena begitu kena mata kabur, darah udah ngocor dari kepala," kata Agam.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved