Tribun Bandar Lampung
Pemprov Lampung Optimalkan Reformasi Inovasi Pangan Hadapi Pandemi Covid-19
Pemerintah Provinsi Lampung terus mengoptimalkan reforma inovasi pangan untuk menghadapi pandemi Covid-19.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Bayu Saputra
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung terus mengoptimalkan reforma inovasi pangan untuk menghadapi pandemi Covid-19.
Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Ketahanan Pangan Provinsi Lampung Kusnardi mengatakan, Desa Gedung Dalem, Kecamatan Batanghari Nuban, Lampung Timur tidak hanya memiliki keunggulan di sektor pertanian, namun juga agrowisatanya.
"Jadi tadi saya selain meresmikan koperasi, diminta juga untuk mengembangkan sektor agrowisata di daerah tersebut," kata Kusnardi di hadapan tamu undangan dalam acara Reforma Inovasi Pangan dan UMKM 2020 di Gedung Dalem, Kecamatan Batanghari Nuban, Rabu (14/10/2020).
Karena pada reforma inovasi pangan itu mengutamakan pangan lokal supaya menarik dan bisa diakui secara kualitasnya serta bisa dimanfaatkan oleh beberapa jenis lainnnya untuk sektor unggulan agar bisa dikonsumsi secara kontinu.
Dengan bahan baku impor tersebut bisa dikordinasikan dan saat ini ketahanan pangan di Provinsi Lampung tidak ada kendala.
Terkecuali bagian tradisional, seperti bawang dan kedelai saja yang mengutamakan pangan lokal untuk bisa menarik dikonsumsi.
Baca juga: Pemprov Lampung Maksimalkan Pertanian untuk Pulihkan Ekonomi
Baca juga: Mentan Syahrul Yasin Limpo Sebut Sektor Pertanian Tumbuh di Atas 2 Persen di Tengah Pandemi
Lalu padi dan jagung serta sektor hortikultura lainnya Provinsi Lampung memang surplus bahkan mampu menyumbang untuk Provinsi DKI Jakarta.
Jadi sampai saat ini kebutuhan pokok masyarakat DKI Jakarta telah ditopang Provinsi Lampung sekitar 40 persennya.
Sekprov Lampung Fahrizal Darminto mengatakan, sektor bidang pertanian dan hortikultura merupakan sumber kekuatan Provinsi Lampung, terutama untuk menekan resesi.
“Jadi dengan peningkatan hasil SDA di bidang pertanian dan hortikultura itu merupakan upaya yang dilakukan. Diharapkan juga kepada masyarakat harus disiplin dalam menerapkan ptotokol kesehatan. Kalau masyarakat itu disiplin, maka Covid-19 ini juga akan menurun, maka perekonomian akan bergerak lagi," kata Fahrizal. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)