Advertorial
Pembangunan Padat Karya Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19
Wabah Covid-19 telah menjadi pandemi global dalam waktu yang cukup singkat. Virus ini menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Wabah Covid-19 telah menjadi pandemi global dalam waktu yang cukup singkat.
Virus ini menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
Hingga saat ini, efek yang timbul akibat wabah virus corona tidak hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut perekonomian global.
Dampak besar yang terasa di berbagai negara, khususnya di Indonesia, di antaranya adalah melemahnya sektor ekonomi.
Wabah virus corona mengakibatkan krisis ekonomi yang sangat dalam dan berdampak bagi kehidupan masyarakat.
Di tengah mewabahnya Covid-19, kegiatan padat karya tunai melalui Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) tetap berjalan.

Program KOTAKU merupakan salah satu upaya untuk mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta dirancang untuk mempertahankan prinsip-prinsip memperkuat peran pemerintah daerah dan memberdayakan masyarakat sebagai bagian gerakan "100-0-100".
Terutama untuk pengurangan kawasan kumuh di daerah perkotaan dalam kurun waktu 2016-2020.
Ruang lingkup KOTAKU terdiri dari kegiatan pengurangan kawasan kumuh dan pencegahannya.
Sebaran Program Kotaku di Provinsi Lampung pada tahun 2020 ini menyasar enam kota/kabupaten di 13 kelurahan dalam kegiatan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM).
Yakni Kabupaten Pringsewu melalui kegiatan BPM Livelihood di Kelurahan Jatiagung dan Pringsewu Timur.
Kota Metro melalui BPM Livelihood di Kelurahan Margodadi.
Kabupaten Lampung Utara melalui BPM Reguler yang tersebar di lima kelurahan, yaitu Kelurahan Kelapa Tujuh, Tanjung Aman, Tanjung Harapan, Tanjung Senang, dan Candimas.
Kabupaten Lampung Tengah melalui BPM Reguler di Kelurahan Bandar Jaya Barat dan Bandar Jaya Timur.
Kabupaten Tulangbawang melalui BPM Reguler di Kelurahan Menggala Kota.
Kabupaten Tulangbawang Barat di Kelurahan Daya Murni dan Mulyoasri dengan dana masing-masing kelurahan sejumlah Rp 1 miliar.
Fajar Imanuel Simanjorang selaku PPK PKP Provinsi Lampung menjelaskan kegiatan padat karya Program KOTAKU tahun anggaran 2020 dilaksanakan secara swakelola masyarakat melalui Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) yang dipilih oleh masyarakat dan berkontrak dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Lampung.
"Dana BPM senilai Rp 1 miliar dikelola oleh masyarakat melalui LKM yang berkontrak dengan Balai PPW Provinsi Lampung dan dilaksanakan sesuai perencanaan dan aturan kontrak yang berlaku."
"Diharapkan, dana BPM senilai Rp 1 miliar di setiap kelurahan tersebut dapat menyelesaikan permasalahan kumuh di lingkungan permukiman."
"Serta, memberi manfaat terhadap perekonomian masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal yang terlibat dalam proses pembangunan," paparnya.
Kegiatan konstruksi yang dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19 ini tentu saja disambut baik oleh masyarakat, terutama di lokasi kegiatan.
Pasalnya, kegiatan dalam upaya penanganan permasalahan kumuh di lingkungan permukiman ini menyerap tenaga kerja, khususnya buruh bangunan dan pekerja lokal yang cukup banyak.
Yono selaku Team Leader OC-4 yang bertugas sebagai tim pendamping tingkat Provinsi Lampung mengungkapkan, sampai Oktober ini, tercatat sedikitnya 1.043 tenaga kerja terserap dalam kegiatan konstruksi.
"Tenaga kerja khususnya buruh bangunan dan tenaga lokal sampai Oktober ini tercatat 1.043 orang, dan akan bertambah sampai pelaksanaan konstruksi mencapai progres 100 persen."
"Para buruh bangunan telah dilatih dan mendapatkan sertifikasi buruh bangunan dan wajib melaksanakan kegiatan konstruksi dengan aturan atau protokol pencegahan penyebaran Covid-19 yang berlaku."
"Di antaranya memakai Alat Pelindung Diri (APD), menggunakan masker, dan wajib melaksanakan tes suhu tubuh setiap pagi ketika akan memulai pekerjaan dan sore harinya," terang Yono.
Kegiatan padat karya tunai melalui Program KOTAKU 2020 pada masa pandemi Covid-19 ini sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.
Seperti yang diceritakan oleh Komaryadi, seorang buruh bangunan asal Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara. Ia berterimakasih dengan terlaksanakan Program KOTAKU.
"Sebelumnya saya menganggur karena pandemi ini. Tapi setelah ada kegiatan pembangunan drainase dan jalan beton di lingkungan saya ini, saya merasa senang."
"Selama tiga bulan saya akan bekerja sebagai buruh bangunan dengan upah Rp 100 ribu setiap harinya," tutur Komaryadi. (brb)