Breaking News:

Tribun TV Lampung

Waspadai Risiko Kematian Mendadak Akibat Penyakit Jantung

Ranti menyampaikan, penyakit jantung yang paling sering mengakibatkan kematian mendadak adalah penyakit jantung koroner.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
screenshot
dr Gadih Ranti Endamatriza dalam webinar bersama Tribun Lampung. Waspadai Risiko Kematian Mendadak Akibat Penyakit Jantung 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Jelita Dini Kinanti

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Penyakit jantung hingga saat ini masih menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat.

Sebab, penyakit jantung dapat menyebabkan kematian mendadak.

Hal itu diungkapkan oleh dr Gadih Ranti Endamatriza SpJP FIHA dari Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu, dalam webinar bersama Tribun Lampung dengan tema Risiko Kematian Mendadak Akibat Serangan Jantung, yang dipandu Reporter Tribun Lampung Dini, Rabu (21/10/2020).

Ranti menyampaikan, penyakit jantung yang paling sering mengakibatkan kematian mendadak adalah penyakit jantung koroner.

Dahulu penyakit jantung koroner identik dengan orangtua.

TONTON DI SINI: Risiko Kematian Mendadak Akibat Penyakit Jantung

"Jadi kalau ada orangtua yang terkena penyakit jantung, terkadang ada yang bilang wajarlah kena penyakit jantung, namanya saja sudah tua," ujar dokter berhijab itu.

Namun seiring berjalannya waktu, penyakit jantung juga banyak dialami oleh usia muda. Ranti bahkan pernah mendapatkan pasien penyakit jantung yang usianya masih 28 tahun.

Gejala penyakit jantung koroner yang paling sering di antaranya nyeri dada kiri seperti tertekan, tertindih, dan terasa berat. Lalu menjalar ke tangan, rahang, leher, dan punggung.

Penyakit jantung koroner ada yang stabil dan ada yang serangan jantung. Untuk yang stabil biasanya istirahat sebentar nyeri dada akan hilang.

Tapi serangan jantung nyeri dada lebih dari 20 menit dan disertai dengan mual, muntah, dan keringat dingin.

"Hati-hati serangan jantung akibat penyakit jantung koroner, bisa menyebabkan kematian mendadak. Jika dipresentasekan, di antara semua penyakit jantung yang bisa dialami manusia, penyakit jantung koroner menyumbang 80 persen kematian mendadak," kata dr Ranti. (Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved