Berita Nasional

Pamit Pergi Kerja, Wanita Muda Ditemukan Tewas di Kandang Buaya

tangan dan mulut wanita 25 tahun tersebut dalam kondisi terikat lakban, pakaian bagian bawahnya juga terlepas.

Editor: taryono
youtube
Pamit Pergi Kerja, Wanita Muda Ditemukan Tewas di Kandang Buaya 

TRIBUNLAMPUNG.CO.IDJasad  Fransiska ditemukan di kandang buaya di kawasan Teluk Bayur Berau, Kalimantan Timur.

Pegawai kafe itu diduga jadi korban pembunuhan.

Saat ditemukan, tangan dan mulut wanita 25 tahun tersebut dalam kondisi terikat lakban, pakaian bagian bawahnya juga terlepas.

"(Fransiska) pendatang dari Jawa yang kebetulan bekerja di Berau," ujar Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto saat diwawancarai Kompas TV, Sabtu (24/10/2020).

Menurutnya, Fransiska merupakan pekerja harian lepas di salah satu kafe di wilayah Berau.

Saat in, jenazah Fransiska sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Rivai Berau untuk diotopsi.

Menurutnya, hasil otopsi baru akan keluar pada hari Senin (26/10/2020).

Tangan dan Mulut di Lakban

Mengutip Kompas.com, Jasad Fransiska ditemukan di bekas kandang buaya, Mayang Mangurai, Kecamatan Teluk Bayar, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Jasad Fransiska ditemukan dalam kondisi tangan dan mulut tertutup lakban.

Baca juga: Reaksi Taqy Malik Saat Lihat Sherel Thalib Pakai Celana Ketat

Baca juga: Azriel Hermansyah Pacari Sarah Menzel, Anang: Harus Serius

"Yang bersangkutan ditemukan dengan keadaan tangan terikat lakban, mulut juga diikat lakban," kata Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto saat diwawancarai Kompas TV, Sabtu (24/10/2020).

Ia mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kematian korban.

Diduga kuat, Fransiska merupakan korban pembunuhan.

Tak hanya itu, polisi juga sudah memeriksa 10 saksi dalam dugaan pembunuhan ini.

Edy menyebut, saksi sejauh ini adalah keluarga korban, termasuk suami, dan teman korban.

Kasat Reskrim Polres Berau AKP Rido Doly menerangkan mayat wanita ditemukan dalam posisi telungkup.

Tak hanya itu, mayat wanita itu juga ditemukan dengan kondisi tangan terikat.

Mulutnya juga dibekap pakai lakban dan kondisinya setengah tanpa pakaian.

"Dalam posisi telengkup saat ditemukan warga sekitar," kata AKP Rido Doly dikutip TribunnewsBogor.com dari Kompas.com.

Saat ini pihak Kepolisian, kata AKP Rido Doly, masih menunggu hasil visum tim dokter forensik RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb.

"Kita tunggu saja hasilnya ya," kata AKP Rido Doly.

Pamit Kerja

Korban Fransiska dikabarkan sempat berpamitan dengan suaminya sebelum pergi bekerja.

AKP Rido Doly mengatakan korban merupakan pekerja di sebuah kafe.

“Dia pekerja freelance di sebuah kafe. KTP-nya di Pulau Jawa,” terang AKP Rido Doly. 

AKP Rido Doly mengatakan dari keteranngan suaminya, FS sempat pamit pergi bekerja.

FS pamit pergi bekerja ke suami sekitar pukul 22.00 Wita, Selasa (20/10/2020).

Sampai kemudian pukul 16.00 Wita, Rabu (21/10/2020) FS ditemukan tak bernyawa.

Suaminya sendiri, kata AKP Rido Doly, tak mengetahui lokasi tempat FS bekerja.

Sejak malam itu suaminya hilang kabar hingga keesokan harinya FS ditemukan tak bernyawa.

Saat ditemukan, AKP Rido Doly meyakini sebenarnya FS masih berpakaian lengkap.

"Dia ada pakaian, tapi mungkin saat dilempar rok lepas," kata AKP Rido Doly.

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan CCTV mencari jejak korban mulai dari keluar rumah hingga ke cafe.

"Kita masih selidiki, otopsi sedang berjalan, nanti kita kabari lagi ya," kata AKP Rido Doly.

(TribunnewsBogor.com/Kompas.com)

sumber: Tribun Sumsel

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved