Breaking News:

Tribun Tulangbawang Barat

Pemkab Tulangbawang Barat Deklarasikan Stop BABS

Perilaku BABS yang kerap terjadi di masyarakat dapat mempengaruhi terjadinya penyakit berbasis lingkungan diantaranya penyakit Diare, Thypoid.

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Reny Fitriani
iStock
Ilustrasi Toilet atau Jamban. Pemkab Tulangbawang Barat Deklarasikan Stop BABS 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Endra Zulkarnain

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANBBAWANG BARAT - Pemkab Tulangbawang Barat (Tubaba) mengajak masyarakat setempat untuk berpola hidup sehat dengan berkomitmen stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Pasalnya, perilaku BABS yang kerap terjadi di masyarakat dapat mempengaruhi terjadinya penyakit berbasis lingkungan diantaranya penyakit Diare, Thypoid dan lain-lain.

Karenanya, Pemkab Tubaba mengajak masyarakat melalui perangkat Tiyuh mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten ODF (Open Defecation Free) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS).

Deklarasi berlangsung melalui zoom meeting virtual diikuti seluruh tiyuh di 9 kecamatan se-Tubaba, Selasa (27/10/2020).

Deklarasi ini juga disaksikan Kementerian Kesehatan RI serta Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Baca juga: DPRD Dukung Kota Metro Bebas BABS pada Tahun Depan

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Tulangbawang Barat Tambah 1, Total Sudah 14 Warga Tubaba Kena Corona

Bupati Tubaba, Umar Ahmad, melalui Pj Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Novriwan Jaya, mengatakan, ODF atau Stop BABS merupakan salah satu pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

"Adapun tujuan STBM itu adalah terwujudnya kondisi sanitasi total melalui pemberdayaan masyarakat. Dimana seluruh komponen masyarakat mampu melaksanakan pilar STBM, yang salah satunya adalah tidak buang air besar sembarangan (Stop BABS)," terang Novriwan.

"Kenapa mesti digalakkan Stop BABS, karena perilaku itu dapat mempengaruhi terjadinya penyakit berbasis lingkungan seperti penyakit Diare, Thypoid dan lain-lain," papar Novriwan.

Karenanya, dengan Stop BABS, diyakini dapat memutuskan rantai penularan penyakit berbasis lingkungan.

Dengan menerapkan pilar sanitasi total berbasis masyarakat, maka diharapka dapat mewujudkan Tubaba menjadi Kabupaten yang sehat

"Mewujudkan program Stop BABS memang bukan perkara mudah, apalagi ditengah pandemi Covid-19 ini. Tapi semangat untuk bekerja dan berkarya dari semua pihak, insha Allah program Stop BABS dapat terlaksana dengan baik di tahun 2020," papar Novriwan.

Dia pun meyakini stop BABS di Tubaba dapat terwujud lantaran adanya komitmen 103 Tiyuh di 9 Kecamatan Wilayah Kabupaten yang ikut mendeklarasikan Stop BABS.

Karenanya, Novriwan berharap, tiyuh-tiyuh yang sudah ODF dengan status sanitasi layak berkelanjutan ke akses sanitasi aman, agar memanfaatkan dana desa yang salah satu programnya jambanisasi bisa bersinergi dengan OPD terkait.

"Dibutuhkan peran aktif semua perangkat agar terwujud penghargaan STBM Awards di 2021,” tandas Novriwan. (Tribunlampung.co.id/endra zulkarnain)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved