Breaking News:

Pilkada Bandar Lampung

Kampanye di Facebook dengan Iklan Berbayar, Johan Sulaiman Sudah Dipanggil Bawaslu Tapi Tak Hadir

Ditemukan pengawas pemilihan pada 24 Oktober 2020, sementara jadwal kampanye di media sosial berdasarkan PKPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang Tahapan

Penulis: kiki adipratama | Editor: Romi Rinando
Tribunlampung.co.id/Kiki
Kampanye di Facebook dengan Iklan Berbayar, Johan Sulaiman Sudah Dipanggil Bawaslu Tapi Tak Hadir 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Kiki Adipratama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG -Calon Wakil Wali Kota Bandar Lampung Johan Sulaiman diduga melakukan pelanggaran kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan.

Johan Sulaiman diduga melakukan kampanye di akun pribadi media sosial Facebook miliknya melalui iklan berbayar.

Koordinator Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu, Yahnu Wiguno Sanyoto mengungkapkan, dugaan pelanggaran kampanye media sosial yang belum waktunya oleh Johan Sulaiman merupakan informasi awal yang bersumber dari Bawaslu RI.

Mendapati informasi tersebut, kata dia, Bawaslu Kota Bandar Lampung kemudian melakukan penelusuran atas informasi awal tersebut dan dijadikan temuan.

“Ditemukan pengawas pemilihan pada 24 Oktober 2020, sementara jadwal kampanye di media sosial berdasarkan PKPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Pilkada 2020, kampanye di media sosial semestinya dilaksanakan pada 22 November-5 Desember 2020,” ungkap Yahnu Wiguno Sanyoto Selasa (3/11/2020).

Kata dia, calon hanya diberikan waktu 14 hari kampanye di media sosial sebelum menjelang masa tenang.

“Sementara ini sudah dilakukan di Oktober.”

Bawaslu Bandar Lampung telah melakukan pemanggilan terhadap Johan Sulaiman sejak Minggu (1/11/2020) dan Senin (2/11/2020) untuk meminta klarifikasi atas hal tersebut, namun yang bersangkutan tidak memenuhi undangan Bawaslu.

Maka dari itu, dengan bahan bukti-bukti dan keterangan yang ada, Bawaslu Bandar Lampung tetap akan melakukan kajian bersama dengan dua lembaga lainnya yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu Bandar Lampung, kepolisian dan kejaksaan, karena kampanye di luar jadwal masuk ke ranah dugaan pidana pemilihan.

"Kita tetap akan bawa temuan ini ke Gakkumdu," kata Yahnu Wiguno Sanyoto.

Sementara itu, Johan Sulaiman masih belum bisa dikonfirmasi terkait dugaan pelanggaran tersebut.

Saat dihubungi melalui sambungan telpon dan pesan Whats App yang dikirimkan masih belum merespon.

(Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved