Berita Nasional

Pilot Cantik Puspita Ladiba, Anak Penjual Jagung Bakar yang Jadi Pilot Wanita Pertama TNI AD

Kisah anak penjual jagung bakar yang sukses jadi pilot wanita TNI AD pertama, Puspita Ladiba.

Youtube TNI AD
Pilot Cantik Puspita Ladiba, Anak Penjual Jagung Bakar yang Jadi Pilot Wanita Pertama TNI AD 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kisah anak penjual jagung bakar yang sukses jadi pilot wanita TNI AD pertama, Puspita Ladiba.

Srikandi TNI AD yang jadi pilot wanita pertama di Korps Angkatan Darat ini awalnya masuk Taruni Akademi Militer setelah melihat brosur tentang penerimaan taruni Akmil tahun 2013.

Puspita Ladiba tak menyangka, anak dari seorang ayah yang berprofesi sebagai sopir dan ibunya yang hanya penjual jagung bakar bisa lolos masuk Akmil hingga jadi pilot.

Berikut profil dan biodata Puspita Ladiba, anak penjual jagung bakar yang kini sukses menjadi pilot TNI AD.

Puspita Ladiba semakin jadi sorotan setelah mendapat ucapan selamat dan disalami KSAD Jenderal Andika Perkasa hingga Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Melansir dari tniad.mil.id, pilot cantik TNI AD ini lahir pada tanggal 5 Mei 1995 di Muara Teweh, Kalimatan Tengah.

Diba, panggilan akrabnya, kini berdomisili di jalan Suka Tangkai, Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara.

Baca juga: Kisah Kuli Bangunan Kini Jadi Jenderal TNI AD, Neneknya Tertembak di Tengah Pertempuran

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa Batalkan 2 Prajurit TNI ke Papua: Papa Kalian Tidak Om Izinkan

Alumni SMA ERIA Medan ini merupakan anak kedua dari empat bersaudara.

Ayahnya bernama Herry Naldi Febri bekerja sebagai sopir, dan Ibunya bernama Rika Chari yang bekerja sebagai penjual jagung bakar di jalan STM Medan.

Diba awalnya masuk Taruni Akademi Militer setelah melihat dari brosur tentang penerimaan taruni Akmil tahun 2013.

Dalam video di channel youtube TNI AD edisi 10 Januari 2020, Diba menceritakan perjuangannya hingga menjadi pilot wanita pertama di TNI AD.

Berikut rangkuman kisahnya.

1. Jadi anggota Paskibraka

Saat masih SMA, Diba ternyata pernah menjadi anggota Paskibraka Kota Medan.

Bahkan ia mewakili Sumatra Utara untuk menjadi Paskibraka tingkat nasional di Istana Negara.

Pengalaman tersebut merupakan kebanggaan tersendiri bagi Diba.

"Di TV itu, inilah putra putri terbaik bangsa, langsung dari itu saja udah senang banget mendengarnya," ungkap Diba.

2. Tak punya Hp

Kehidupan masa sekolah Diba juga dipenuhi kesederhanaan.

Saat teman-teman sebayanya sudah punya Hp, Diba tidak pernah meminta orangtuanya untuk dibelikan.

Karena ia sadar dengan kondisi orangtuanya yang serba terbatas.

"Saya menyadari dengan keterbatasan kemampuan orang tua. Untuk handphone, Diba gak berani minta orang tua.

Teman-teman sudah punya Hp, Diba belum punya sendiri di kelas," cerita Diba.

Tapi akhirnya Diba bisa memiliki Hp setelah menjalankan tugasnya sebagai Paskibraka.

Uang saku dari sponsor yang didapatnya dipergunakan untuk membeli Hp, dan sebagian diberikan kepada orangtua.

"Setelah dapat itu, baru saya pakai untuk beli teknologi. Notebook dan handphone, sebagian dikasih ke orang tua," jelas Diba.

3. Masuk Akmil

Pengalaman di Paskibraka memberikan kesempatan besar untuk Diba masuk ke Akmil.

Ia menceritakan bagaimana bisa masuk ke Akmil angkatan taruni pertama.

"Awalnya untuk taruni memang tidak ada, itu usulan dari almarhumah ibu Ani Yudhoyono.

Kita direkrut dari anggota paskibraka nasional dan sekolah unggulan," kata Diba.

Serangkaian proses perekrutan sudah dilalui Diba, dan akhirnya bisa lulus cumlaude tahun 2017 lalu.

4. Pilot wanita pertama TNI AD

Diba melanjutkan karier nya untuk menjadi penerbang di TNI AD.

Meski awalnya Diba tidak tahu ada korps penerbang di TNI AD.

"Awalnya saya tidak tahu ada korps penerbang angkatan darat, jadi para penerbang angkatan darat dan diberi kesempatan untuk jadi pilot wanita pertama," ujar Diba.

Menjadi pilot wanita pertama di angkatan darat adalah kebanggaan tersendiri bagi Diba.

5. Sempat diragukan

Tim Humas TNI AD sempat meragukan asal-usul Diba saat mewawancarainya.

Bahkan sampai petugas kebersihan di Akmil pun meragukannya.

"Banyak yang gak percaya, sampai yang tukang bersih-bersih di Akmil saat saya beritahu tidak percaya.

Saya pernah mengobrol dengan petugas kebersihan di Akmil, dan beberapa OB di Akmil," ujar Diba.

6. Masih mau bantu orangtua jualan

Meski kini sudah menjadi pilot TNI AD, tapi Diba masih menyempatkan diri untuk membantu orangtuanya jualan.

Saat liburan atau ada kesempatan cuti, Diba memilih untuk pulang ke Medan dan membantu kedua orangtuanya berjualan.

"Lebaran kemarin ibu saya masih jualan jagung, pas libur saya bantuin, ngangkat jagung.

Daripada cuti untuk liburan ke mana-mana, saya lebih memilih pulang" ujar Diba.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Biodata Pilot Cantik TNI AD Puspita Ladiba Anak Penjual Jagung, Disalami Jenderal Andika Perkasa

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved