Breaking News:

Tribun Bandar Lampung

Pandemi Covid-19, Penjualan Online di Lampung Tembus Rp 111,34 Miliar

Terlihat pada tabel data BPS Lampung, nilai produk pada triwulan II tahun 2020 Rp 36,30 miliar dengan 0,77 juta jumlah produk terjual.

Tangkapan Layar Data BPS Lampung
Di tengah pandemi Covid-19, jumlah produk terjual dan nilai produk penjualan online (e-commerce) Provinsi Lampung pada triwulan III mengalami peningkatan sangat tajam dibandingkan triwulan II. 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Sulis Setia Markhamah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Di tengah pandemi Covid-19, jumlah produk terjual dan nilai produk penjualan online (e-commerce) Provinsi Lampung pada triwulan III mengalami peningkatan sangat tajam dibandingkan triwulan II.

Hal itu berdasarkan data pertumbuhan ekonomi Lampung yang dirilis BPS Lampung.

Kepala BPS Lampung Faizal Anwar saat dikonfirmasi membenarkan hal itu.

Namun diakuinya, data bersumber dari BPS pusat yang melihat market place.

"Jadi bukan survei BPS," ungkapnya saat dikonfirmasi Tribunlampung.co.id, Jumat (6/11/2020).

Tujuannya hanya melihat fenomena e-commerce di Lampung sebagai pendukung informasi data BPS.

Baca juga: BPS Mencatat Kota Bandar Lampung di Bulan Oktober Terjadi Inflasi 0,23 Persen

Baca juga: BPS Memotret Perekonomian Lampung, 83 Persen Perusahaan Alami Penurunan Pendapatan

Terlihat pada tabel data BPS Lampung, nilai produk pada triwulan II tahun 2020 Rp 36,30 miliar dengan 0,77 juta jumlah produk terjual.

Di triwulan III tahun 2020 nilai produk meningkat menjadi Rp 111,34 miliar dengan 3,09 juta jumlah produk terjual.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Lampung Nurul Andriana menambahkan, nilai Rp 111,34 miliar di triwulan III merupakan nilai produksi terjual.

"Sementara jumlah produk terjual pada triwulan II mencapai 0,77 juta satuan barang terjual dan triwulan III mencapai 3,09 juta satuan barang terjual," jelas Nurul.

"Metode yang digunakan dalam menganalisa market place dengan cara scrapping dari market place yang akunnya berlokasi di Lampung," tambahnya.

Lebih jauh apakah produk yang dijual tersebut secara keseluruhan berasal dari Lampung atau ada juga yang berasal dari luar Lampung, BPS diakuinya tidak menganalisis sejauh itu.

"Akun tokonya adalah di Provinsi Lampung. Siapa yang beli, kita tidak tahu. Termasuk produk yang dijual, apakah semua dari Lampung atau tidaknya, tidak sampai ke situ," ungkap Nurul. (Tribunlampung.co.id/Sulis Setia M)

Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved