Breaking News:

Kasus Corona di Lampung

12 Rumah Sakit Rujukan Covid di Lampung Penuh, Pemkab Lampung Selatan Siapkan Rusunawa

Seiring penambahan pasien Covid ini, 12 dari 36 rumah sakit rujukan di Lampung juga ikut penuh.

ist
12 Rumah Sakit Rujukan Covid di Lampung Penuh, Pemkab Lampung Selatan Siapkan Rusunawa 

"Dengan adanya perda, maka sanksi hukum bagi yang tidak patuh protokol kesehatan itu ada payung hukumnya. Sehingga masyarakat tidak lagi abai protokol kesehatan. Dan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, harus segera dilakukan agar kasus tidak semakin tinggi," katanya.

99 Kasus Baru

Untuk penambahan 99 pasien Covid per Selasa kemarin, sebanyak 47 pasien warga Bandar Lampung, Lamsel 14 pasien, Metro 10 pasien, Way Kanan 6 pasien, Lamtim dan Pesawaran masing-masing 5 pasien, Tulangbawang Barat dan Mesuji masing-masing 2 pasien, Tanggamus dan Pringsewu masing-masing 3 pasien, Pesisir Barat dan Lamteng masing-masing 1 pasien.

Sampai saat ini pasien terkonfirmasi positif Covid terbanyak merupakan warga Bandar Lampung 1.164 kasus, disusul warga Lamteng (250), Lampura (182).

Sementara total pasien Covid yang meninggal dunia 107 orang, dan ada 1.430 orang yang sembuh.

Isolasi Mandiri

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Edwin Rusli menjelaskan, tidak semua pasien Covid dirawat di rumah sakit rujukan.

Sebagian besar pasien Covid menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Total ada 227 pasien yang menjalani isolasi mandiri. "227 isolasi mandiri di rumah, 74 isolasi di rumah sakit di Kota Bandar Lampung dan 1 isolasi di Rumah Sakit Bandar Negara Husada (RSBNH) Lampung Selatan," jelas Edwin.

Itu berarti 75 persen lebih pasein Covid-19 di Kota Bandar Lampung sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Edwin mengatakan, pasien yang melakukan isolasi mandiri ini adalah orang-orang yang tidak memiliki gejala atau OTG.

"Sementara kalau dia ada gejala, penanganan dan isolasi dilakukan di rumah sakit," ucap dia beberapa waktu lalu.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandar Lampung dr Aditya M Biomed menilai isolasi mandiri yang dilakukan di rumah cenderung tidak efektif dalam menekan persebaran Covid-19.

Menurutnya, pelaksanaan isolasi mandiri di rumah sejauh ini masih minim.

"Karena memag isolasi mandiri ini tidak semudah teorinya. Kebanyakan rumah warga ini kan dalam sekup sederhana dan berdempetan dengan warga lain di gang-gan2 sempit. Nah ini sama aja boong," terusnya.

Selain itu, ia menuturkan isolasi mandiri di rumah memberikan sebuah waktu bebas pengawasan.

"Secara pengawasan pasti susah juga, di balik anjuran itu kita tidak paham apakah yang bersangkutan itu isolasi bener atau tidak," terang dia.

"Bisa saja kabur kan bahaya," lanjut dia.

Untuk itu, ia meminta pemerintah untuk membuat aturan terkait kewajiban isolasi mandiri di tempat khusus.

"Karena di daerah lain juga banyak yang pemerintahnya memfasilitasi tempat proses isolasi mandiri," tuturnya. (Tribunlampung.co.id/byu/som/tri/ded)

Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved