Breaking News:

Advertorial

Kotaku Bangun Rumah Produksi dan Galeri Abon Lele di Metro

Pembangunan Rumah Produksi KSM Abon lele OSERI di kelurahan Margodadi, kecamatan Metro Selatan, Kota Metro.

Dokumentasi
Walikota Metro dan PPK PKP Provinsi Lampung saat meresmikan peletakan batu pertama pembangunan rumah produksi dan galery abon lele. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO – Kota Metro peroleh anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah kumuh.

Anggaran tersebut hadir melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) PUPR melalui Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Infrastruktur Livelihood tahun anggaran 2020 yaitu pembangunan Rumah Produksi KSM Abon lele OSERI di kelurahan Margodadi, kecamatan Metro Selatan, Kota Metro.

Mengapa memilih kegiatan ini, Fajar Imanuel Simanjorang selaku PPK PKP Provinsi Lampung mengatakan dimana proses pemilihan lokasi sudah tertuang dalam Penlok PUPR dan Bantuan Pemerintah untuk Mayarakat (BPM) Livelihood ini mendukung perekonomian jadi bukan lagi mengarah pada permukiman kumuhnya tetapi lebih kepada peningkatan perekonomian masyarakat berpenghasilan rendah dalam upaya pengembangan kegiatan penghidupan masyarakat berkelanjutan untuk mendukung pencegahan kumuh dan peningkatan kualitas permukiman.

Selain dana pemerintah sebesar 1 Miliar, dalam pelaksanaannya juga didukung oleh pemerintah Kota Metro melalui dana-dana kolaborasi seperti penyiapan penyimpanan berupa Freezer untuk penyimpanan Abon lele, pengurusan IMB serta upaya dalam pengembangan dan keberlanjutan kelompok usaha yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian dengan memberikan pelatihan kepada anggota kelompok berupa pelatihan manajemen pemasaran.

Serta swadaya masyarakat dalam bentuk ijin pakai lahan selama 20 tahun, tenaga kerja, peralatan dan biaya pengurusan status hukum kelembagaan.

Pembangunan gedung produksi sendiri bersifat padat karya dimana dana dikelola oleh masyarakat melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan sampai saat ini telah menyerap 61 orang tenaga kerja lokal, dan akan bertambah sampai dengan kegiatan mencapai 100%.

Dalam kondisi krisis ekonomi tersebab pandemi covid19, diharapkan kegiatan ini padat karya ini mampu membantu ekonomi warga. (brb)

Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved