Breaking News:

Tribun Bandar Lampung

Tips Merencanakan Keuangan di Masa Pandemi dari OJK Lampung

Herwan Achyar mengatakan, perencanaan keuangan adalah proses mencapai kesejahteraan finansial dengan cara pengelolaan harta yang tepat. 

Tribunlampung.co.id/Dini
Suasana Sosialisasi Bijak Mengelola Keuangan di Masa Pandemi Covid-19 dan Pemaparan Kinerja Lembaga Jasa Keuangan Triwulan III Tahun 2020 Kepada Insan Media Provinsi Lampung, Rabu 11 November 2020. Tips Merencanakan Keuangan di Masa Pandemi dari OJK Lampung 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Jelita Dini Kinanti

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Pandemi covid-19 tidak dipungkiri berdampak pada semua aspek, termasuk aspek keuangan.

Untuk itu penting dilakukan perencanaan keuangan agar kondisi keuangan tetap terjaga.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal, IKNB dan EPK Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Herwan Achyar dalam Sosialisasi Bijak Mengelola Keuangan di Masa Pandemi Covid-19 dan Pemaparan Kinerja Lembaga Jasa Keuangan Triwulan III Tahun 2020 Kepada Insan Media Provinsi Lampung, Rabu 11 November 2020.

Herwan Achyar mengatakan, perencanaan keuangan adalah proses mencapai kesejahteraan finansial dengan cara pengelolaan harta yang tepat. 

Manfaat perencanaan keuangan adalah, paham dampak keputusan yang diambil, dapat mempertimbangkan efek jangka pendek dan jangka panjang, mudah beradaptasi dalam perubahan kebutuhan hidup, serta alat pemenuhan kebutuhan masa kini dan masa depan.

Bagaimana proses perencanaan keuangan? Herwan Achyar mengatakan pertama, mengevaluasi kondisi saat ini, caranya melakukan analisis dan memperhatikan kondisi terkini seperti status perkawinan, jumlah anggota keluarga, kondisi pekerjaan, usia, kondisi kesehatan, dan sebagainya.

Kedua, menyusun tujuan keuangan, caranya menyusun tujuan yang ingin dicapai baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Seperti memiliki tabungan di bank Rp 20 juta untuk 2 tahun kedepan, ingin memiliki rumah sendiri pada 10 tahun kedepan, memiliki mobil pribadi 3 tahun kedepan, dan menunaikan ibadah haji 5 tahun kedepan.

Ketiga, menyusun perencanaan keuangan dan alternatifnya.

Perencanaan keuangan dapat berupa kegiatan yang akan dilakukan dan bauran produk keuangan yang akan digunakan, dikaitkan dengan jangka waktu pencapaiannya

Keempat, melaksanakan perencanaan secara disiplin.

Kelima, melakukan review dan menyesuaikan perencanaan.

Sebab kondisi keuangan bisa berubah. Contohnya mengalami sakit yang membutuhkan biaya besar dan mengakibatkan terganggunya keuangan.

"Jika terjadinya perubahan maka proses perencanaan keuangan akan dilakukan lagi mulai dari awal proses, dan diteruskan dengan proses-proses berikutnya," ujar Herwan Achyar.(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Penulis: Jelita Dini Kinanti
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved