Breaking News:

Advertorial

SD Darma Bangsa Menyelenggarakan Pendidikan dengan Menggunakan Learning Management System

Saat ini Sekolah Darma Bangsa telah menggunakan Google Suite for Education untuk pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif

Dokumentasi
Kepala Sekolah Darma Bangsa Dewi Mutiarasari, S.Pd. SD Darma Bangsa Menyelenggarakan Pendidikan dengan Menggunakan Learning Management System 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - SD Darma Bangsa menyelenggarakan pendidikan dengan menggunakan Learning Management System (LMS) yaitu Google Classroom, sedangkan aplikasi Zoom dan Google Meet sebagai media ajar pembelajaran tatap muka di tahun ajaran 2020 – 2021, Jumat 13 November 2020.

Kepala Sekolah Darma Bangsa Dewi Mutiarasari, S.Pd Mengatakan, saat ini Sekolah Darma Bangsa telah menggunakan Google Suite for Education untuk pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif dan sebagai pendukung Refo Indonesia.

Siswa dan guru dapat menggunakan aplikasi-aplikasi yang terdapat pada Google for Education seperti Google Jamboard yaitu papan tulis virtual & Google Earth yang dapat mengajak anak-anak jalan jalan virtual menjelajahi dunia,” kata Dewi Mutiarasari.

“Selain menggunakan Google, guru - guru juga menggunakan aplikasi lainnya yang beragam dalam kegiatan pengajaran mereka untuk meningkatkan kreatifitas dan cara berfikir kritis siswa. Kami menerapkan project based learning untuk mendorong siswa berfikir kreatif dan analitis,” Imbuhnya.

Dewi Mutiarasari, S.Pd Menambahkan, Kami berusaha untuk menemukan ide - ide baru dalam KBM agar anak-anak tidak bosan mengikuti pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19.

"Kami pun telah mengadakan kegiatan perayaan-perayaan secara virtual seperti perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia dan United Nation's Day, Youth Pledge Day, and Language Day Celebration,” tuturnya.

Lebih lanjut Dewi Menjelaskan, Salah satunya adalah upacara peringatan hari besar kenegaraan dan perlombaan-perlombaan secara virtual.

“Beberapa dari perlombaan tersebut adalah lomba bercerita, membuat dan membaca puisi yang diharapkan mampu mendorong siswa memiliki kecakapan literasi,” ujarnya.

Kemudian Para guru dan siswa juga melakukan "Collaborative teaching-learning activities".

Kolaborasi ini bertujuan membangun semangat positif dan berbagi informasi saat pembelajaran berlangsung.

Dengan kegiatan "group"/kerja kelompok, para siswa mampu berkolaborasi dengan siswa lain.

"Siswa dilatih untuk mengembangkan kecerdasan karakter berkomunikasi dan menyelesaikan masalah serta mengembangkan "self-management, skills and knowledge" dengan bimbingan guru,” pungkasnya. (*)

Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved