Tribun Bandar Lampung

Ibu Pelaku Pembawa Kabur Bidan di Bandar Lampung Lapor Polisi karena Diancam Pakai Golok

Tak terima mendapat ancaman dari pihak keluarga bidan SPS (23), ibunda DH (48), pelaku pembawa kabur bidan, lapor balik ke Polda Lampung.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Noval Andriansyah
Grafis Tribunlampung.co.id/Dodi Kurniawan
Ilustrasi ancam pakai golok - Ibu Pelaku Pembawa Kabur Bidan di Bandar Lampung Lapor Polisi karena Diancam. (Grafis Tribunlampung.co.id/Dodi Kurniawan) 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tak terima mendapat ancaman dari pihak keluarga bidan SPS (23), ibunda DH (48) lapor balik ke Polda Lampung.

Gindha Ansori Wayka Direktur Kantor Hukum (Law Firm) mengatakan, laporan ini Nomor: STTPL/B-1808/XI/2020/LPG/SPKT tanggal 18 November 2020.

"Kami mendampingi ibunda DH melaporkan terlapor K, kemarin ke Polda Lampung," ungkap Gindha Ansori Wayka, Kamis (19/11/2020).

Kata Gindha, laporan tersebut berkaitan dengan kejadian K yang telah mengancam ibunda DH pakai golok atau badik saat mencari bidan SPS pada 3 November 2020.

"SPS ini statusnya ponakan K," tutur Gindha Ansori Wayka.

Kata Gindha, terlapor K datang ke rumah DH menyusul dua orang yakni Darwis dan Ishak yang mencari keberadaan SPS lebih dulu.

"Saat itu kedatangan mereka menanyakan kebenaran jika SPS dilarikan DH, namun ibunda DH belum mengetahui dan akan mencari informasi terlebih dahulu, namun handphone DH tidak aktif," ucap pria yang merangkap sebagai dosen ini.

"Di saat itu, datang K marah-marah dan membawa serta mencabut sebilah badik," imbuh Gindha Ansori Wayka.

Lanjut Gindha, ibunda DH ketakutan hingga kedua cucunya juga ketakutan dan bahkan anak korban yang sedang duduk di kursi roda menangis ketakutan menyaksikan tingkah pelaku.

"Seorang paman SPS yakni Darwis menasehati K mengapa melakukan hal tersebut, setelah itu K pulang meninggalkan rumah korban," sebut Gindha Ansori Wayka.

Setelah kejadian itu, kata Gindha, korban merasa tertekan dan ketakutan serta mengalami trauma setiap harinya. 

"Karena tidak tahan dan merasa ketakutan serta trauma, akhirnya ibu DH melaporkan K ke Polda Lampung dengan pasal 335 KUHP perbuatan tidak menyenangkan disertai pengancaman," pungkas Gindha Ansori Wayka.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, laporan tersebut adalah hak dari setiap warga negara.

"Tentunya kami terima dahulu dan nantinya akan dilakukan penyelidikan terpenuhi atau tidak unsur-unsurnya," tandasnya.

Perlu diketahui, bidan SPS sempat menghilang pada 3 November 2020 sekira pukul 14.30 WIB, saat hendak pulang ke Kotabumi seusai bertugas di RS Asyifa Bandar Jaya Lampung Tengah. 

Perkara ini kemudian diadukan ke Polres Lampung Tengah, dan diketahui pelaku pembawa lari SPS adalah DH.

Saat ini DH ditahan di Polres Lampung Tengah untuk dilakukan penyelidikan.

(Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved