Mitra Bentala Gelar Lokakarya Tentang DAS yang Berkelanjutan di Lampung

Mitra Bentala menggelar lokakarya tentang Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berkelanjutan di Hotel Marcopolo, Bandar Lampung, Kamis (19/11/2020).

Dokumentasi Mitra Bentala
Suasana lokakarya yang digelar Mitra Bentala di Hotel Marcopolo, Bandar Lampung, Kamis (18/11/2020). Mitra Bentala Gelar Lokakarya Tentang DAS yang Berkelanjutan di Lampung. (Dokumentasi Mitra Bentala) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Mitra Bentala menggelar lokakarya tentang Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berkelanjutan di Hotel Marcopolo, Bandar Lampung, Kamis (19/11/2020).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh berbagai elemen seperti Bappeda Lampung, Dinas Lingkungan Hidup Lampung, kabupaten/kota, dan perwakilan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) kabupaten/kota, perwakilan SCR Lampung, perwakilan piak swasta, ketua forum DAS Lampung dan Ketua BPDAS Lampung, perguruan tinggi, NGO dan pemerhati lingkungan dan media.

Direktur Mitra Bentala Mashabi menyampaikan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi serta mempunyai tujuan untuk melihat gambaran atau potret DAS di Lampung.

"Kemudian, apa yang mesti dilakukan dan berharap semua elemen peserta yang hadir mempunyai komitmen untuk menjaga DAS yang ada di Lampung baik," kata Mashabi dalam siaran persnya, Kamis (19/11/2020).

Mashabi mengatakan, Lampung mempunyai DAS besar seperti DAS Way Seputih, DAS Way Semaka, DAS Way Tulangbawang, DAS Way Sekampung dan DAS Way Mesuji.

Menurut Mashabi, Mitra Bentala sebagai lembaga lingkungan harus memastikan ekologis atau keseimbangan ekosisitem DAS tidak terganggu.

"Berbicara tentang DAS, pasti bicara persoalan dari hulu sampai hilir yang bermuara ke wilayah pesisir dan laut," ucap Mashabi.

"Sehingga, penting untuk menjaga ekosistem pesisir, sebagai contoh, ketika air yang dialirkan dari hulu terjadi pencemaran dan bermuara ke wilayah pesisir, maka berdampak pada ekosistem pesisir," imbuh Mashabi.

Kepala Dinas Kehutanan Lampung Yayan Ruchyansyah mengungkapkan, sesuai UU 37/2014 dan PP 37/2012 DAS adalah suatu daerah daratan yang merupakan satu kesatuan ekosisitem dengan sungai dan anak-anak sungainya.

"Fungsinya menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau, laut secara alami," kata Yayan.

Menurut Yayan, Lampung memiliki 285 DAS yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Lampung.

Dari jumlah tersebut, kata Yayan, sebanyak 278 dipertahankan dan 7 DAS dipulihkan, seperti DAS Tulangbawang, DAS Mesuji, DAS Sekampung, DAS Seputih, DAS Sekampung, DAS Semaka dan DAS Ambar Kambas.

Ketua Forum DAS Lampung Irawan Sukri Banuwa menambahkan, pada tahun 2006 Lampung pernah melakukan deklarasi bersama yang ditandatangani oleh seluruh bupati dan wali kota serta gubernur dalam rangka penyelamatan Bendungan Batu Tegi.

"Ini erat hubungannya pada lokakarya hari ini, dalam rangka untuk pengelolaan DAS yang berkelanjutan sesuai tema lokakarya ini," ucap Irwan Sukri.

Lebih lanjut disebutkan, semua DAS yang ada di Lampung dalam keadaan kritis.

"Maka perlu perhatian kita semua untuk melakukan pemulihan sesuai peran masing-masing," imbuh Irwan Sukri.

Kata Irwan, sosialisasi terkait DAS harus terus dilakukan terutama kepada masyarakat.

"Agar pengelolaan DAS di Lampung dapat berkelanjutan, maka harus dapat menjamin kelestarian sumber daya alam, dapat memenuhi kebutuhan ekonomi secara layak, dan secara sosial dapat diterima," tandas Irwan Sukri Banuwa.

(Tribunlampung.co.id/Rilis)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved