Kasus Corona di Metro
Covid-19 di Metro Bertambah 14 Kasus, Termasuk Bocah 6 Tahun
Jumlah kasus Covid-19 di Kota Metro bertambah 14. Dengan demikian, total kasus terkonfirmasi hingga saat ini mencapai 142 kasus.
Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Indra Simanjuntak
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Jumlah kasus Covid-19 di Kota Metro bertambah 14.
Dengan demikian, total kasus terkonfirmasi hingga saat ini mencapai 142 kasus.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Metro Misnan, Jumat (27/11/2020).
Dua kasus di antaranya adalah pasien 129 laki-laki berinisial S (42) asal Metro Pusat dan pasien 130 laki-laki berinisial SA (38) asal Metro Pusat.
Pada 14 November, kedua pasien pulang tugas dari Bandar Lampung langsung isolasi mandiri di rumah.
"Kemudian 19 November melakukan rapid test dengan hasil reaktif. Lalu 23 November melakukan uji swab dan 25 November dinyatakan positif," beber Misnan.
Baca juga: Ada 11 Kasus Baru Covid-19 di Way Kanan, 5 Orang Tertular Pasien 46
Baca juga: Tertular Orangtuanya, Gadis 15 Tahun di Metro Terjangkit Covid-19
Selanjutnya pasien 131, perempuan berinisial RA (40) dari Metro Barat.
Ia satu kantor dengan F, pasien yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19.
Pada 16 November pasien menghadiri rapat dalam satu ruangan dengan F.
Kemudian 22 November pasien melakukan rapid test mandiri dengan hasil reaktif.
Selanjutnya uji swab dan 24 November dinyatakan positif.
Sementara pasien 132 seorang perempuan berinisial MTP (21) dari Sekampung Udik, Lampung Timur.
Namun, yang bersangkutan tinggal di Metro Timur.
Pasien sehari-hari bekerja di salah satu hotel di Metro.
Pada 10 November mengeluh batuk pilek serta hilang penciuman dan rasa.
"Kemudian pada 12 November melakukan rapid dengan hasil nonreaktif. Lalu 19 November rapid ulang dengan hasil reaktif. Setelah itu 20 November pasien diswab dan 25 November dinyatakan positif," paparnya.
Selanjutnya pasien 133 laki-laki berinisial AR (55), pasien 134 perempuan berinisial A (54), dan pasien 135 perempuan berinisial MAR (21) yang masih keluarga dan kontak erat dengan pasien 132.
"Mereka satu rumah. Kemudian diswab 20 November dan 25 November dinyatakan positif," imbuhnya.
Ada pula pasien 136, perempuan berinisial NA (20) asal Blambangan Umpu, Way Kanan, yang berdomisili di Metro Timur.
Pasien tiga minggu yang lalu pernah melakukan kontak erat dengan pasien 59.
Pada 6 November mengeluh batuk pilek, kemudian 7 November rapid mandiri dengan hasil reaktif.
Pada 14 November rapid ulang hasilnya reaktif.
Pada 18 November diswab kemudian 25 November dinyatakan positif.
"Untuk pasien 137, laki-laki berinisial A dengan usia 42 tahun dari Metro Timur. Pasien merupakan salah satu tenaga kesehatan rumah sakit di Metro. Awalnya pasien mengeluh lemas dan demam, dirawat di rumah oleh istrinya. Karena tidak ada perubahan, 8 November pasien dibawa ke UGD RSUD Ahmad Yani," bebernya.
Kemudian 11 November pasien diswab pertama.
Karena tidak ada keluhan, pasien pulang dan melakuan isolasi mandiri di rumah.
Pada 19 November pasien rapid test mandiri dengan hasil reaktif.
Kemudian diswab dan 25 November dinyatakan positif.
Adapun pasien 138 berinisial GAF (6) dari Metro Barat, yang merupakan hasil tracing dari pasien 104.
Selanjutnya pasien 139 berinisial RIN (39), pasien 140 laki-laki berinisial AS (37) dari Metro Barat, dan pasien 141 laki-laki berinisial EA (36) asal Metro Timur.
Ketiga pasien pada 14 November pulang dari diklat di Bandar Lampung.
Kemudian 19 November rapid test dengan hasil reaktif.
Selanjutnya diswab dan 25 November hasilnya positif.
"Pasien 142 perempuan berinisial YPN dengan usia 39 tahun, dari Metro Timur. Dia merupakan anak pasien terkonfirmasi positif inisial MY. Diswab pada 18 November kemudian pada 26 November hasilnya dinyatakan positif," tuntasnya. (Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/perampok-emas-3-kg-meninggal-karena-positif-covid-19-di-jakarta.jpg)