Breaking News:

Tribun Tulangbawang

ODHA di Tulangbawang Meningkat 50 Persen, Ada Pasangan Suami Istri hingga Ibu Hamil

Sepanjang Tahun 2020, jumlah penderita HIV/AIDS atau ODHA di Tulangbawang meningkat 50 persen dari tahun sebelumnya.

KOMPAS.COM/FIRMANSYAH
Ilustrasi penderita HIV/AIDS. ODHA di Tulangbawang Meningkat 50 Persen, Ada Pasangan Suami Istri hingga Ibu Hamil. (KOMPAS.COM/FIRMANSYAH) 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Endra Zulkarnain

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Sepanjang Tahun 2020, jumlah penderita HIV/AIDS atau ODHA di Tulangbawang meningkat 50 persen dari tahun sebelumnya.

"Jika dibandingkan Tahun 2019, pada 2020 terjadi peningkatan yang cukup signifikan terhadap temuan kasus HIV/AIDS."

"Pasien di Tulangbawang tahun 2019 ada 14 orang, sementara di 2020 ada 21 orang," kata Kepala Puskesmas Tuba l Arnan Jaya, Kamis (03/12).

Dari 21 Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) itu, terang Arnan, terdapat dua penderita yang merupakan pasangan suami istri.

Sementara, dua orang lagi merupakan perempuan yang tengah hamil muda.

Baca juga: BKKBN Lampung Menyoroti Kasus HIV/AIDS, Seks Bebas dan Penggunaan Narkoba Sumbang HIV/AIDS

Baca juga: Kasubbag di Disparbud Tulangbawang Positif Covid-19 Sepulang dari Bandar Lampung

Baca juga: Chord Gitar Lagu I Found You Andy Grammer, Lirik Lagu I Found You

Selain itu, lanjut dia, terdapat bayi yang baru dilahirkan dari ibu ODHA

Namun, pihaknya belum dapat memastikan, apakah bayi tersebut terinfeksi virus HIV, lantaran belum memenuhi syarat untuk dilakukan pemeriksaan.

"Ada dua bayi baru lahir dari ibu ODHA, tapi belum diperiksa apakah bayi tertular atau tidak, karena belum waktunya diperiksa," kata Arnan Jaya.

Adapun ciri-ciri awal orang yang terjangkit HIV mirip TBC, yakni batuk berdahak yang lebih dari dua minggu, disertai berat badan menurun atau kurus.

Kemudian nafsu makan hilang, sesak napas dan lain sebagainya.

"Kalau sudah jadi AIDS baru ketahuan, itu jaraknya 5 tahun sama seperti TBC,” papar Arnan Jaya.

Menurut Arnan Jaya, penderita HIV yang berlanjut ke AIDS, dan meninggal, biasanya karena komplikasi penyakit.

Penularan HIV melalui cairan, jarum suntik, transfusi darah, air susu ibu, serta berhubungan dengan penderita HIV.

(Tribunlampung.co.id/Endra Zulkarnain)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved