Breaking News:

Pilkada Metro 2020

Bawaslu Kota Metro Minta Seluruh APK Paslon Pilkada Metro 2020 Dicopot

Bawaslu Kota Metro meminta seluruh Alat Peraga Kampanye atau APK pasangan calon di Pilkada Metro 2020, dicopot.

Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak
Ilustrasi Ketua Bawaslu Kota Metro Mujib. Bawaslu Kota Metro Minta Seluruh APK Paslon Pilkada Metro 2020 Dicopot. (Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak) 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Indra Simanjuntak

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Bawaslu Kota Metro meminta seluruh Alat Peraga Kampanye atau APK pasangan calon di Pilkada Metro 2020, dicopot.

Ketua Bawaslu Kota Metro Mujib mengatakan, seluruh APK harus ditertibkan pada saat masa tenang.

Karenanya, pihaknya mengimbau agar pihak terkait maupun paslon wali kota dan wakil wali kota untuk turut menertibkan secara mandiri.

"Karena sesuai aturan, tim paslon tidak boleh lagi menyebarkan bahan kampanye dan berkampanye pada saat masa tenang."

"Pun demikian terhadap iklan di media daring atau media massa. Hari ini batas akhir penurunan APK," kata Mujib, Minggu (6/12/2020).

Baca juga: KPU RI Pastikan Metro Siap Gelar Pilkada Metro 2020, Logistik Hampir 100 Persen

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Metro Tambah 1, Seorang Pegawai Rumah Sakit di Kota Metro

Baca juga: Chord Gitar Lagu Pelukku untuk Pelikmu Fiersa Besari

Selain persoalan APK, Bawaslu Kota Metro akan fokus pada potensi adanya politik uang sebelum hari pencoblosan.

Karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk dapat terlibat aktif mengawasi dan melaporkan jika ada politik uang.

"Kita sudah bentuk tim untuk melakukan pemantauan."

"Jadi kita akan patroli ke semua tempat selama masa tenang ini, sebagai langkah antisipasi jika ada paslon yang melakukan kampanye maupun money politics," imbuh Mujib.

Ia menambahkan, masyarakat bisa melapor jika ada pelanggaran saat masa tenang ke Bawaslu melalui www.metro.bawaslu.go.id atau media sosial Instagram @bawaslu_kotametro dan Facebook Bawaslu Metro.

"Harapan kita bersama, pilkada Kota Metro ini tak hanya berjalan demokratis, jujur, adil, dan damai, tapi juga sehat."

"Artinya, protokol kesehatan saat hari pencoblosan itu juga wajib dijalani bersama-sama," tuntas Mujib.

(Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved