Breaking News:

Pilkada 2020

Tak Diperhatikan Pemerintah, Warga Satu Desa Golput di Pilkada 2020

Warga satu desa di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, golput pada pilkada Serentak 2020

Editor: wakos reza gautama
Kompas.com/Kiki Andi Pati
warga di Desa Matabondu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara ( Sultra) mengembalikan surat pemberitahuan memilih ke kantor KPU setempat 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KONAWE SELATAN - Sebanyak 250 warga di Desa Matabondu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara ( Sultra), memutuskan untuk golput atau tak menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Serentak 2020.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes.

Pasalnya, selama 12 tahun mereka merasa tak diperhatikan oleh pemerintah.

Sebab, selama belasan tahun itu mereka tidak menerima alokasi dana desa dari pemerintah.

Padahal, secara administrasi Desa Matabondu sudah tercatat sebagai desa di Kementerian Desa (Kemendes).

"Makanya, pilkada ini kami memilih golput dengan mengembalikan surat ini. Percuma menyalurkan suara kita, tapi suara kita tidak pernah didengarkan," kata Kepala Desa Matabondu, Ahmad, saat dihubungi, Kamis (10/12/2020).

Baca juga: Kalah di Pilkada di Sumbar dan Tangsel, Gerindra: Tak Ada Hubungan dengan Elektabilitas Prabowo

Baca juga: Pilkada Membramo Raya 2020 Rusuh, Anggota Brimob Terluka Kena Anak Panah

"Dana desa tidak pernah kita nikmati sejak 2007. Dana desa itu kami tahu selalu cair dari pusat, tapi tidak pernah sampai ke kami," sambungnya.

Semua surat pemberitahuan memilih atau C6-KWK yang diberikan kepada warga di desa tersebut dikembalikan kepada KPU pada Selasa (8/12/2020).

Kepala KPU Sultra La Ode Abdul Natsir membenarkan informasi tersebut.

Pihaknya mengaku sangat kaget dengan sikap warga yang enggan untuk memberikan hak suaranya dalam pilkada kali ini.

Namun demikian, ia tidak bisa berbuat banyak lantaran hal itu merupakan hak dari warga.

"Kami juga tidak bisa menolak karena memilih ini adalah hak, kewajiban negara memfasilitasi penyaluran hak tadi. Dengan menerima pengembalian pemberitahuan surat itu, berarti sudah ada sikap. Tapi, siapa tahu bisa ditimbang, karena sudah terdaftar DPT," terang Natsir. (Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Warga Satu Desa Golput, Kades: Percuma karena Suara Kita Tidak Pernah Didengarkan"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved