Breaking News:

Tribun Tanggamus

Mudah Dapat Ikan di Kota Agung, Yuli Pilih Usaha Otak-otak, Produksi 800 Bungkus per Hari

Ia mengaku, menggeluti usaha otak-otak sejak sepuluh tahun. Awalnya Yuli sebagai pekerja di tempat pembuatan otak-otak lalu merintis usaha sendiri.

Tribunlampung.co.id/Tri
Yuli sedang membuat makanan otak-otak sebagai usaha yang sudah dijalani 10 tahun lalu. Mudah Dapat Ikan di Kota Agung, Yuli Pilih Usaha Otak-otak, Produksi 800 Bungkus per Hari 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Tinggal dekat dengan laut dengan hasil ikan laut melimpah jadi pilihan Yuli, warga Kelurahan Pasar Madang, Kota Agung untuk geluti usaha kuliner otak-otak. 

"Alasan utamanya karena saya tinggal di Kota Agung tinggal dekat laut, banyak ikan jadi mudah untuk masalah bahan otak-otak," ujar Yuli. 

Ia mengaku, menggeluti usaha otak-otak sejak sepuluh tahun lalu.

Awalnya Yuli sebagai pekerja di tempat pembuatan otak-otak lalu merintis usaha sendiri. 

Baca juga: Putri Mayangsari Buka Suara soal Isu Hubungan Asmara Ibunya dengan Artis Adi Firansyah

Baca juga: Pengakuan Mantan Kekasih Hadiri Pesta Pernikahan hingga Membuat Pengantin Wanita Pingsan

Modal pengalaman membuatnya mudah saja mengembangkan usaha sendiri.

Terlebih banyaknya pilihan jenis ikan membuatnya tidak pusing kekurangan bahan baku. 

Ikan yang dipilihnya adalah jenis tengiri dan Nibung laut.

Sebab dari segi rasa lebih kuat dan ukuran pun lebih besar dari jenis lainnya. 

"Rasa ikannya lebih kerasa untuk otak-otak punya saya. Ikannya langsung diambil dari nelayan yang melaut jadi ikannya lebih segar," ujar Yuli.  

Sekarang ini Yuli setiap hari memproduksi 800 bungkus otak-otak, sedangkan sebelum ada pandemi Covid-19 memproduksi sampai 1.500 bungkus otak-otak. 

Baca juga: Arya Saloka Ungkap Kesan Pertama Bertemu Amanda Manopo: Harus Dibuka Dulu Baru Tahu Aslinya

Baca juga: Istri Curhat Mantan Kekasih Minta Balikan, Suami Naik Pitam Bunuh Korban di Tempat Tidur

Sementara untuk harga perbungkusnya Rp 1.000.

Dan untuk penjualan selama ini wilayah Kota Agung dan sekitarnya dan rutin kirim ke Pesawaran. 

Selanjutnya pemasaran dengan penjualan orang yang berkeliling sebanyak empat orang, lalu penjualan melalui WhatsApp dan menerima pesanan. (Tribunlampung.co.id/tri yulianto)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved