Breaking News:

UM Metro

Warek IV UM Metro Jadi Narasumber MKKS SMA Kabupaten Mesuji

Wakil rektor IV Universitas Muhammadiyah Metro Dr. M. Ihsan Dacholfany, M.Ed., dipercaya mengisi kegiatan Workshop MGMP dan Sosialisasi Peraturan Gube

Penulis: Advertorial Tribun Lampung | Editor: Advertorial Tribun Lampung
ist
Wakil rektor IV Universitas Muhammadiyah Metro Dr. M. Ihsan Dacholfany, M.Ed., dipercaya mengisi kegiatan Workshop MGMP dan Sosialisasi Peraturan Gubernur nomor 61 Tahun 2020 serta Asesment Kompetensi Minimal (AKM) yang diadakan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Atas Kabupaten Mesuji. Acara berlangsung di Hotel Kurnia II, Bandar Lampung, Minggu (13/12/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Wakil rektor IV Universitas Muhammadiyah Metro Dr. M. Ihsan Dacholfany, M.Ed., dipercaya mengisi kegiatan Workshop MGMP dan Sosialisasi Peraturan Gubernur nomor 61 Tahun 2020 serta Asesment Kompetensi Minimal (AKM) yang diadakan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Atas Kabupaten Mesuji. Acara berlangsung di Hotel Kurnia II, Bandar Lampung, Minggu (13/12/2020).

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan materi terkait Profesionalisme Guru yang mana menurutnya guru saat ini masih kerap menghadapi permasalahan dalam menjalankan profesionalismenya.

“Masih terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi guru saat ini, seperti komunikasi lisan kurang efektif maupun tulisan yang tidak produktif, rendahnya etika dan etos kerja, mengabaikan bekerja secara tim termasuk sistem dan  prosedur  serta berkolaborasi kurang optimal, lemah dalam menggunakan teknologi dan tidak menjalankan manajemen projek dan kepemimpinan kolektif kolegial,” ungkapnya.

Lebih jauh Dr. M Ihsan juga menjelaskan bahwa profesionalisme itu memiliki persyaratan tertentu seperti menuntut adanya keterampilan mendasar pada konsep dan teori ilmu pengetahuan, menekankan keahlian pada suatu keahlian pada bidang tertentu sesuai dengan profesinya, menuntut tingkat pendidikan yang memadai, kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakan, pengembangan diri sejalan dengan dinamika kehidupan, memiliki kode etik sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, memiliki obyek tetap; seperti dokter dengan pasiennya, guru dengan siswanya, diakui oleh masyarakat karena memang diperlukan jasa/keahliannya dan lain-lain, ia berharap agar guru selalu memiliki rukh.(*)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved