Breaking News:

BRI Peduli Memberikan Program CSR Konservasi Kawasan Sungai Sukarame

Bank BRI melalui Program BRI Peduli memberikan Program CSR untuk dilakukan Konservasi Kawasan Sungai Sukarame.

Dokumentasi BRI
Direktur Human Capital, Herdy Harman melakukan pemotongan pita pada saat Ceremonial program BRI Peduli Konservasi Kawasan Sungai Sukarame. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Bank BRI melalui Program BRI Peduli memberikan Program CSR untuk dilakukan Konservasi Kawasan Sungai Sukarame.

Program Konservasi Kawasan Sungai Sukarame terdiri dari 2 (dua) kegiatan yaitu Bersih-Bersih Sungai (BRI Clean) dan Sosialisasi Sampah Jadi Duit.

Direktur Human Capital, Herdy Harman mengatakan, program konservasi sungai yaitu dilakukan pembersihan aliran sungai sepanjang 1 Km dengan lebar sungai kurang lebih 5 meter, serta membersihkan tanaman eceng gondok, pengerukan lumpur dan sampah yang ada di aliran sungai tersebut.

“Pengecatan dinding sungai serta membangun sarana dan prasarana di Kawasan sungai seperti melakukan penghijauan, dan pembuatan taman,” kata Herdy, Selasa (15/12/2020).

Herdy menjelaskan, untuk program Sampah Jadi Duit, BRI memberikan sosialisasi terkait edukasi pengelolaan sampah kepada warga kelurahan Sukarame dan Kelurahan Sukarame Baru yang berkoordinasi dengan RT/RW dan Lurah setempat dengan bekerja sama dengan pengepul yang telah dilaksanakan pada 1 September 2020.

Adapun mekanisme pengelolaan sampah tersebut yaitu dengan dilakukan pemilahan untuk memisahkan sampah-sampah anorganik seperti botol, sampah plastik dan sampah anorganik lainnya.

Sampah plastik akan diolah menggunakan mesin pengolah sampah untuk dicacah menjadi lebih kecil kemudian dijual ke pengepul yang telah bekerjasama.

Untuk mendukung program sampah jadi duit tersebut, Bank BRI telah menyiapkan 2 (dua) unit mesin pengolah sampah yang akan diserahkan secara simbolis kepada warga Kelurahan Sukarame dan Kelurahan Sukarame Baru pada kesempatan kali ini.

Sungai Sukarame dipilih sebagai penerima bantuan konservasi karena berada di daerah permukiman padat penduduk dengan jumlah KK kurang lebih 1.500 KK dan berada didekat 2 universitas UIN (Universitas Negeri Islam) Raden Intan Lampung dan ITERA (Institut Teknologi Sumatera).

Sebelum dilakukan konservasi oleh BRI, sungai tersebut memiliki air yang kotor, keruh, dan mengalami pendangkalan sehingga banyak ditumbuhi eceng gondok dan rumput liar.

“Pendangkalan tersebut dikarenakan banyaknya lumpur serta banyaknya sampah yang dibuang ke sungai,” kata Herdy.

Herdy berharap tentunya program-program yang diberikan BRI di Kota Bandar Lampung dapat dijaga bersama sama. Program ini juga diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan sekitar.

(Tribunlampung.co.id)

Editor: Noval Andriansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved