Breaking News:

Tribun Lampung Tengah

Diskes dan LPA Lamteng Sosialisasi Penanganan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung Tengah mengadakan pertemuan penatalaksana terkait korban terhadap anak

TRIBUN LAMPUNG/SYAMSIR ALAM
MATERI SOSIALISASI - Ketua LPA Lamteng Eko Yuono memberikan materi di depan nakes, Rabu (16/12). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GUNUNG SUGIH - Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung Tengah mengadakan pertemuan penatalaksana terkait korban terhadap anak (KTA) dan korban terhadap perempuan (KTP) bagi tenaga kesehatan (nakes) puskesmas se-Lampug Tengah.

Kegiatan yang digelar Aula Rumah Makan Pindang Sehat, Gunung Sugih itu dibuka oleh Cuk Sukarso selaku Kabid Kesmas mewakili Kadis Kesehatan dr Otniel Sriwidiatmoko.

"Kegiatan ini sebagai wujud untuk menyamakan persepsi dan penanganan korban kekerasan terhadap anak dan perempuan, baik korban fisik, psikis dan seksual," kata Cuk Sukarso, Rabu (16/12).

Ditambahkan Cuk Sukarso, tidak sedikit korban kekerasan fisik dan seksual yang datang ke Puskesmas untuk konsultasi dan berobat.

"Dengan diadakan pertemuan ini kedepannya pihak Puskes tidak bingung lagi terkait penanganan medis maupun penanganan secara hukum serta rehabilitasinya," ucapnya.

Baca juga: Dinas Kesehatan Lampung Selatan Tunggu Hasil Tes Swab 16 Orang, Tracing Pasien 27

Dalam pemaparannya, Ketua LPA Lamteng Eko Yuono menyinggung masih tingginya angka kejahatan seksual terhadap anak di kabupaten itu, dan Lamteng menjadi kabupaten tertinggi angka kejahatan seksual anak di Provinsi Lampung.

"Dan ini membutuhkan kerjasama kita semua untuk dapat memutus mata rantai kejahatan seksual terhadap anak. Kedepan kita bersama Puskesmas akan bersama-sama bersinergi dalam penanganan korban kekerasan terhadap anak dan perempuan," ujar Eko Yuono.

Baca juga: LPA Lamteng Tangani 17 Kasus Asusila pada Anak di Bawah Umur

Senada dengan ketua LPA, Kasi Kesga Gizi Diskes Lamteng Asih Budi Hastuti juga mengajak semua Nakes di Puskesmas agar bisa lebih cepat dalam penanganan korban kekerasan terhadap anak dan perempuan yang memerlukan penanganan medis.

"Kalau penanganan hukumnya kita serahkan ke pihak kepolisian dan LPA. Seluruh Puskesmas agar bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait masalah kekerasan terhadap anak dan perempuan dan jangan takut melapor karena di Lamteng sudah ada LPA yang siap membantu serta menyediakan penasihat hukum," kata Asih Budi Hastuti.(sam)

Penulis: syamsiralam
Editor: soni
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved