Tribun Pringsewu

Pemkab Pringsewu Akan Bangun Gorong-gorong Ambrol di Bumi Arum pada Tahun 2021

Pemkab Pringsewu memroyeksikan pembangunan gorong-gorong ambrol akibat derasnya air saluran drainase saat hujan.

Tribunlampung.co.id/R Didik Budiawan C
Kondisi gorong-gorong ambrol di Pringsewu, Jumat (18/12/2020). Pemkab Pringsewu Akan Bangun Gorong-gorong Ambrol di Bumi Arum pada Tahun 2021. (Tribunlampung.co.id/R Didik Budiawan C) 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id R Didik Budiawan C

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Pemkab Pringsewu memroyeksikan pembangunan gorong-gorong ambrol akibat derasnya air saluran drainase.

Gorong-gorong ambrol tersebut berada di Dusun III Pekon Bumi Arum, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Pringsewu Fahmi mengungkapkan, bila pihaknya sudah meninjau gorong-gorong ambrol tersebut.

Baca juga: Rizky Billar Ungkap Statusnya dengan Lesti Kejora, Penyanyi Rossa Ucapkan Selamat

Baca juga: Incar Christian Eriksen dari Inter Milan, Manchester United Dipaksa Siapkan Uang Setengah Triliun

Menurut dia, gorong-gorong tersebut sudah masuk rencana aksi pembangunan PUPR Pringsewu di Tahun 2021.

"Sudah kami tinjau sebelumnya, sudah masuk rencana aksi 2021," ungkap Fahmi, Jumat, 18 Desember 2020.

Sebelumnya, saat hujan mengguyur wilayah Pringsewu selama kurun dua hari terakhir, menyisakan kerusakan gorong-gorong.

Tepatnya gorong-gorong yang ada di ruas Jalan Wanabhakti.

Gorong-gorong tersebut ambrol dan longsor lantaran tersapu arus air di saluran drainase.

Eko (43) warga sekitar, mengatakan,  gorong-gorong itu dibangun sejak 40 tahun lalu.

Baca juga: Artis TA Ditangkap Polisi Kasus Prostitusi Artis di Bandung

Baca juga: Nikita Willy Diajak Masuk Kamar Raffi Ahmad: Emang Boleh?

Tepatnya, kata Eko, sekitar tahun 1980, saat Pringsewu masuk sebagai wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Eko menceritakan, gorong-gorong ambrol pada Kamis, 17 Desember 2020, sekira pukul 03.00 WIB.

"Kaget, terus terbangun, karena terdengar suara gemuruh."

"Ternyata gorong-gorong ambrol," cerita Eko, Kamis pagi.

Material longsor gorong-gorong menimpa jaringan pipa PDAM hingga terputus.

Selain itu, mengakibatkan badan Jalan Wanabhakti longsor dan nyaris putus.

Kepala Dusun III Pekon Bumi Arum Imam mengatakan, bila ruas Jalan Wanabhakti sebagai akses warga RT 2 ke RT 3 Dusun III Pekon Bumi Arum.

Kurang lebih ada 900 jiwa warga di Dusun III yang mengakses ruas Jalan Wanabhakti.

Selain itu, ruas jalan ini juga sebagai penghubung antara Pekon Bumi Arum ke Pekon Bumi Ayu.

Termasuk jalan penghubung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bumi Ayu, serta sebagai akses ke Pekon Banjarejo, Banyumas, melalui jalur penyebrangan getek.

"Kami berharap atas pentingnya akses jalan ini, pemerintah dapat memperhatikan, membangun kembali gorong-gorong ambrol tersebut," kata Imam.

Baca juga: Pengakuan Pria yang Digigit Buaya Saat Berenang di Pantai hingga Terseret 20 Meter

Baca juga: Pria di Balikpapan Nekat Arungi Lautan hanya Pakai Galon Kosong Menuju Pulau Jawa

(Tribunlampung.co.id/R Didik Budiawan C)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved