Breaking News:

Tulangbawang

Ngotot Gelar Hajatan hingga Larut Malam di Tulangbawang, Siap-siap Terancam Hukuman Penjara 1 Tahun

Gugus tugas bersama kepolisian akan menerapkan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Dokumentasi
Petugas gabungan membubarkan hiburan malam yang masih beroperasi hingga larut malam ditengah mewabahnya Covid 19 di TulangBawang. Ngotot Gelar Hajatan hingga Larut Malam di Tulangbawang, Siap-siap Terancam Hukuman Penjara 1 Tahun 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Endra Zulkarnain

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Gugus tugas penanganan Covid-19 Tulangbawang bersama aparat kepolisian akan menerapkan sanksi pidana bagi masyarakat yang tetap ngotot menggelar hajatan hingga larut malam di wilayah Tulangbawang.

Gugus tugas bersama kepolisian akan menerapkan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

"Akan kita terapkan UU tentang karantina kesehatan. Kami sudah koordinasi dengan Kapolres Tulangbawang terkait penerapan sanksi ini," terang Fathoni, juru bicara gugus tugas Covid-19 Tulangbawang, Jumat (25/12/2020).

Fathoni menegaskan, sanksi yang diatur dalam UU kekarantinaan kesehatan ini akan menyasar bagi siapapun masyarakat yang tetap ngotot menggelar hajatan hingga malam hari.

Baca juga: Mulai 3 Januari 2021, Pesta Hajatan hingga Malam Hari di Tulangbawang Ditiadakan

Baca juga: Pesta Ekstasi di Acara Hajatan, 5 Warga Way Kanan Diciduk Polisi

"Patroli Satgas akan digalakkan untuk menegakkan aturan ini," tegas Fathoni.

Pada pasal 93 UU Kekarantina Kesehatan diatur mengenai pihak yang menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat.

Dalam pasal itu sanksi pidana penjara maksimal satu tahun dan denda maksimal Rp100 juta.

Selain UU karantina kesehatan, masyarakat terancam sanksi sebagaimana tercantum dalam pasal 216 dan 65 KUHP.

Penerapan pasal dalam KUHP itu dimungkinkan jika masyarakat tidak mematuhi perintah petugas dan menghalangi petugas yang menjalankan perintah undang-undang. 

Ancaman hukumannya satu tahun penjara dan denda Rp100 juta. (Tribunlampung.co.id/endra)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved