Breaking News:

Bandar Lampung

Harga Kedelai Impor di Bandar Lampung Naik hingga 33 Persen, Sentuh Rp 12 Ribu per Kg

Dinas Pangan Bandar Lampung menyebut harga kedelai impor di kota setempat mengalami peningkatan di awal tahun 2021, hingga 33 persen.

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer
Kepala Dinas Pangan Bandar Lampung I Kadek Sumartha saat diwawancarai, Selasa (5/1/2021). Kadek menyebut harga kedelai impor di Bandar Lampung naik hingga 33 persen atau menyentuh harga Rp 12 ribu per Kg. 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id V Soma Ferrer

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dinas Pangan Bandar Lampung menyebut harga kedelai impor di kota setempat mengalami peningkatan di awal tahun 2021.

Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung I Kadek Sumartha mengatakan, harga bahan baku pembuatan tahu dan tempe itu mengalami peningkatan hingga 33 persen.

"Untuk penjualan pasar, harga kedelai impor meningkat dari yang semula Rp 9 ribu, sekarang mencapai Rp 12 ribu (per Kg)," kata I Kadek Sumartha, Selasa (5/1/2020).

Baca juga: Rumah Produksi Tempe di Pringsewu Terbakar, Kedelai Seberat 100 Kg Ikut Hangus

Baca juga: 500 Hektare di Lambar Ditanami Kedelai

Menurutnya, kenaikan harga kedelai di Bandar Lampung disebabkan oleh hal yang sama secara nasional.

Yakni kenaikan harga kedelai dunia setelah China meningkatkan kuota impor kedelai sebesar 60 persen.

Meski demikian, ia menuturkan, kenaikan harga kedelai impor tersebut tidak memengaruhi harga tahu, tempe dan olahan kedelai lainnya.

"Hanya saja, banyak produsen olahan kedelai memperkecil barangnya (ukuran produksi)," jelas I Kadek Sumartha.

Kadek memperkirakan, kenaikan harga kedelai tersebut tidak akan berangsur lama.

"Karena setelah impor dunia normal kembali, harga kedelai impor, termasuk di Bandar Lampung juga akan normal kembali," jelas I Kadek Sumartha.

Baca juga: 8 Kantor Kecamatan di Bandar Lampung Akan Dioperasionalkan Awal Februari 2021

Baca juga: Sepanjang 2020, Kerugian Akibat Kebakaran di Bandar Lampung Capai Rp 7 Miliar

"Untuk perkiraan, akhir Januari 2021 sudah normal kembali," sambungnya.

Kadek pun memastikan, meski harga kedelai naik, namun ketersediaan di Bandar Lampung tidak sampai pada tahap langka.

"Baik kedelai maupun olahannya dipastikan tidak akan mengalami kelangkaan," ucap I Kadek Sumartha.

"Pemerintah akan menonjolkan produk kedelai lokal untuk kemudian bisa digunakan produsen tahu, tempe dan sejenisnya," tandas I Kadek Sumartha.

(Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved