Breaking News:

Pesawaran

Jual Beli Motor Curian, Dua Buruh asal Natar Diamankan Polsek Gedongtataan

Humas Polres Pesawaran AKP Aris Siregar mengungkapkan, keduanya ditangkap pada Kamis (14/1/2021) pukul 19.00 WIB.

Dok Polsek Gedongtataan
Dua buruh warga Desa Kandis, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan terpaksa berurusan dengan petugas Tekab 308 Polsek Gedongtataan karena jual beli motor curian. 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Robertus Didik B

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Dua buruh warga Desa Kandis, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan terpaksa berurusan dengan petugas Tekab 308 Polsek Gedongtataan.

Keduanya yaitu Taslimin (23) dan Sugianto (28).

Polisi mengamankan keduanya karena terlibat perkara pencurian sepeda motor (curanmor).

Humas Polres Pesawaran AKP Aris Siregar mengungkapkan, keduanya ditangkap pada Kamis (14/1/2021) pukul 19.00 WIB.

Baca juga: Pura-pura Berteduh, Pelaku Curanmor Gasak Motor Milik IRT di Sukarame

Baca juga: Sedang Riset untuk Skripsi, Mahasiswi UBL Jadi Korban Curanmor di Way Halim Permai

"Keduanya terkait dengan motor hilang di halaman rumah korban, 7 Januari 2021 pukul 20.30 WIB di Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedongtataan," ujar Aris, mewakili Kapolres AKBP Vero Aria Radmantyo, Jumat (8/1/2021).

Korbannya yakni Isman Yadi (45), warga Dusun Solahudin, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran.

Korban kehilangan motor Honda BE 4838 YI di halaman rumahnya.

Aris menjelaskan, keduanya membeli satu unit sepeda motor Honda BE 4838 YI dengan harga Rp 1,5 juta.

Motor tersebut tanpa dilengkapi dokumen yang sah atau patut diduga dari hasil kejahatan.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Lampung, 75 Nakes di Pesawaran Dilatih Vaksinator Selama Tiga Hari

Baca juga: Gempa Tektonik 3,8 SR di Pesawaran Terasa Sampai Kemiling, BMKG: Tak Ada Dampak Kerusakan

Berdasar bukti permulaan yang cukup, dua orang pelaku tersebut diamankan di Polsek Gedongtataan.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 363 KUH Pidana subsider 480 jo pasal 55 KUHP.

Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara. (Tribunlampung.co.id/Robertus Didik B)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved